Derita TKW Asal Sukabumi, Bisu dan Hilang Ingatan
Selasa, 14 Agu 2007 10:01 WIB
Sukabumi - Nasib Aisyah (22) sungguh mengenaskan. Sepulangnya bekerja d Kuwait bukan uang yang didapat, Aisyah justru bisu dan hilang ingatan.Wanita asal Kampung Muara, Desa Jambe Nenggang Kecamatan Kebon Pedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini tampak stres berat. Dia juga tidak dapat bicara alias bisu. Selama bekerja di Kuwait, Aisyah berganti-ganti majikan. Selama itu pula nasib Aisyah tidak tentu juntrungannya. Hingga akhirnya dia dipulangkan ke tanah air setelah ditampung di perwakilan agen di Kuwait. Aisyah berangkat lewat PT Assami Ananda Mandiri. Perusahaan ini berkantor di Jl. Tebet Barat, Jakarta selatan.Saat pulang ke tanah air pada Juli tahun 2006, keadaan fisik Aisyah sangat memprihatinkan. Tubuh wanita berparas cantik ini kurus sekali. Tidak hanya itu, pikirannya juga tampak terganggu.Selama 8 bulan Aisyah tidak mau berinteraksi dengan siapapun, termasuk 2 anaknya, suami dan orang tuanya. Tak sepatah katapun keluar dari mulutnya.Menurut Ubed, orang tua Aisyah, PJTKI yang memberangkatkannya tidak bertanggungjawab. Selama bekerja di Kuwait, anaknya juga tidak mendapatkan apa-apa. Keluarga tidak tahu apa yang menyebabkan kondisi Aisyah seperti itu."Selama 8 bulan Aisyah kondisinnya seperti itu, dia hanya tergolek lemas. Saya tidak tahu, apa selama di Kuwait dia diperlakukan tidak manusiawi atau disiksa," kata Ubed kepada detikcom di rumahnya, Selasa (14/8/2007).Ubed mengaku sudah menjual harta bendanya untuk menyembuhkan sang anak. Berbagai pengobatan telah dilakukan, bahkan hingga ke luar kota. Mamun hasilnnya nihil.Beruntung pada Juni lalu Ubed mendapatkan bantuan dari Pemkab Sukabumi Rp 500 ribu. Uang itu digunakan untuk membawa Aisyah berobat ke RSJ Marjuki Mahdi Cilendek Bogor.Karena minimnya dana, Aisyah hanya berobat jalan. Dua kali pengobatkan, kondisi Aisyah membaik. Dia bisa berbicara sedikit demi sedikit dan mengingat apa yang terjadi.Aisyah juga sudah bisa pergi ke pengajian dan mengenali kedua anaknya. Namun demikian, Aisyah tetap tidak mau bercerita tentang apa terjadi di Kuwait."Aisyah masih tertutup ke bapak. Dia hanya bilang tidak akan pernah pergi lagi ke luar negeri," ungkap Ubed.Namun sayang seribu sayang. Kesembuhan Aisyah ternyata hanya berlangsung sebulan. Penyakitnya kumat karena tidak ada lagi dana untuk membawa Aisyah ke RSJ Cilendek Bogor. Saat ini Aisyah kembali seperti orang hilang ingatan. Menyaksikan nasib anaknya, Ubed hanya bisa menangis sedih. Dia berharap ada orang yang sudi membantu keluarganya. Bilakah keajaiban itu datang?
(djo/djo)











































