DPRD DKI Sangkal Gantung Kenaikan Tarif Busway
Selasa, 14 Agu 2007 09:47 WIB
Jakarta - Tudingan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso bahwa kenaikan tarif busway digantung DPRD dibantah keras Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Sayogo Hendrosubroto. DPRD siap mengupas kenaikan tarif busway bersama Dishub Pemprov DKI Jakarta dan Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta."Belum dibahas kok sudah dibilang menggantung. Ini kan kesalahan eksekutif, kenapa prediksinya tidak benar, laporannya tidak tuntas. Kasihan gubernurnya kalau anak buahnya begini," kata Sayogo kepada detikcom, Selasa (14/8/2007)."Jadi jangan lempar bola panas ke DPRD. Anak buah harus beri laporan yang jelas, jangan nutupin kesalahan. Selama ini kan kita sering diadu dengan gubernur, capek kita," lanjutnya.Politisi PDIP ini menuturkan, komisi gabungan yaitu Komisi B, C dan D DPRD DKI Jakarta akan membahas kenaikan tarif bersama BLU Transjakarta dan Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov DKI Jakarta hari ini mulai pukul 10.00 WIB."Kita akan membahasnya dengan hati-hati. Kita akan mengupas kinerja mereka dahulu, dan melihat kemampuan masyarakat. Ini kan tidak gampang," ujar Sayogo.Sayogo mengusulkan agar kenaikan tarif busway harus dipisahkan antara multi koridor dengan single koridor."Kalau single koridor bayar Rp 5.000 ini kan nggak pantas. Cukup Rp 3.500 saja. Tetapi kalau multi koridor ya pantaslah bayar Rp 5.000," cetus dia.Sutiyoso menuding DPRD DKI Jakarta menggantung kenaikan tarif busway yang hingga kini belum mendapat kata sepakat. Pemprov DKI Jakarta mengusulkan tarif busway naik menjadi Rp 5.000. Tarif perlu dinaikkan lantaran bisnis busway tekor karena terlalu banyak subsidi.
(aan/nrl)











































