×
Ad

Analisis Pakar soal Ultimatum Prabowo ke Menteri Nakal

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Minggu, 19 Okt 2025 18:12 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: dok. Pers Bakom RI)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengultimatum akan mencopot menteri yang tidak kunjung berbenah setelah diberi tiga kali peringatan. Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai ultimatum itu disampaikan Prabowo di momen satu tahun pemerintahannya sebagai bentuk ketegasan tidak akan menoleransi kinerja buruk.

"Itu peringatan terakhir ke menteri untuk bekerja secara serius dan bekerja dengan benar sesuai harapan presiden. Apalagi pemerintahan sudah genap satu tahun, maka tak ada toleransi lagi bagi menteri yang performanya tak sesuai harapan," kata Adi kepada wartawan, Minggu (19/10/2025).

Foto: Adi Prayitno (Dok Pribadi)

Menurut Adi, saat ini jajaran menteri diberikan kesempatan terakhir untuk memperbaiki kinerjanya. Sebab, kata dia, rakyat akan mendukung presiden mencopot menteri yang tidak bekerja dengan baik.

"Kali ini presiden sepertinya tak akan kasih ampun menteri yang kerjanya tak beres. Ini kesempatan terakhir untuk berbenah. Rakyat mendukung presiden ganti menteri yang kerjanya tak becus," kata dia.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan Prabowo sedang berusaha untuk memenuhi janji-janji kampanyenya kepada rakyat. Dengan begitu, menurutnya, Prabowo tidak mau terbebani dengan kinerja menteri yang buruk.

"Tentu saja presiden punya target janji kerja beliau yang harus dipenuhi ke rakyat. Presiden tentu tidak mau terbebani, artinya punya menteri yang tanggung jawab untuk menjawab janji kampanye beliau," ujar Pangi.

Foto: Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago (dok. Istimewa)




(fca/gbr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Foto

detikNetwork