Jembrana Bali KLB Flu Burung
Senin, 13 Agu 2007 19:30 WIB
Denpasar - Kabupaten Jembrana, Bali, daerah asal meninggalnya korban flu burung Ni Luh Putu SWD (29) ditetapkan dalam status kejadian luar biasa (KLB) wabah flu burung.Demikian disampaikan Plt Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, Kelautan dan Peternakan Jembrana IGN Sandjaja dalam kunjungannya ke desa asal korban meninggal flu burung Desa Dangin Tukad Aya, Kecamatan Negara, Jembrana, Senin (13/08/2007). "Kasus ini masuk status KLB karena virus flu burung sudah menular kepada manusia," kata Sandjaja.Wilayah ini masuk kategori daerah endemis virus flu burung. Di desa tersebut, juga terjadi kasus kematian bayi yang diduga akibat flu burung. Bayi tersebut adalah anak dari Nu Luh PT SWD. Sedangkan, bayi Putu Narayani berusia 2 tahun 9 bulan masih dirawat di ruang khusus flu burung RSUP Sanglah.Sementara itu, hingga Agustus 2008 sebanyak 1.500 ekor unggas yang mati mendadak. Tiga minggu sebelum meninggalnya Ni Luh PT SWD akibat flu burung, 90 ekor ayam juga mati mendadak.Ditemukan juga wabah flu burung di daerah lain di sekitar Desa Dangin Tukad Aya, yaitu di Dusun Sekar Kejula, Yehembang Kauh, Mendoyo, Anyar, dan Batu Agung. Di daerah ini ditemukan puluhan unggas peliharaan mati mendadak.Saat ini, Pemkab Jembrana memusnahkan 478 ekor unggas dari populasi 1.500 ekor yang dipelihara warga. "Kita akan melakukan pemusnahan secara bertahap," kata dia.
(gds/asy)











































