KPA: Kami Tak Bertanggungjawab

Pencurian Bendera Merah Putih

KPA: Kami Tak Bertanggungjawab

- detikNews
Senin, 13 Agu 2007 15:04 WIB
Banda Aceh - Kasus pencurian ratusan bendara Merah Putih menodai perayaan 17 Agustus di Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Aceh Utara. Komite Peralihan Aceh (KPA) menyatakan tidak bertanggungjawab atas peristiwa itu. Peryantaan tersebut disampaikan Juru Bicara KPA Pusat, Ibrahim bin Syamsudin, Senin (13/08/2007) kepada detikcom melalui telepon, Senin (13/8/2007)."Tudingan yang menyebutkan, ada oknum KPA mencuri dan merusak seperti tudingan Dandim Aceh Utara, perlu diklarifikasi lebih lanjut. Kami tidak bilang, tudingan itu tidak benar, tapi apa ada buktinya?" kata Ibrahim . Menurut Ibrahim, KPA --organisasi yang dibentuk untuk mengakomodir para mantan kombatan GAM-- secara organisasi tidak terlibat, dan tidak bertanggungjawab atas aksi pencurian serta perusakan bendera tersebut. Tudingan tanpa bukti ini menurutnya sangat naif di masa damai ini. Apalagi, sambung pria yang kerap disipa KBS ini, seperti kasus di Kecamatan Dewantara, bendera yang disebut dirusak, ternyata hanya sebuah layang-layang yang bermotif sama seperti bendera merah putih. Sebelumnya, Komandan Distrik Militer 0103 Aceh Utara, Letnan Kolonel Infanteri Yogi Gunawan mengatakan ada upaya mengacaukan suasana damai saat ini pasca ditandatanganinya MoU Helsinki. "Pencurian ini tidak mungkin dikerjakan oleh masyarakat biasa, tapi dilakukan oleh oknum kelompok tertentu," katanya pada wartawan di Lhokseumawe, Minggu kemarian. Yogi mengharapkan kerjasama masyarakat. Dia meminta masyarakat segera melaporkan kepada polisi jika mengetahui pelaku aksi pencurian itu. Sampai saat ini, puluhan tiang bendera yang benderanya sudah raib dicuri, dikumpulkan menjadi barang bukti. (ray/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads