Awas, Lowongan Kerja Palsu di RSHS Bandung!
Senin, 13 Agu 2007 14:44 WIB
Bandung - Sudah jatuh tertimpa tangga. Begitulah nasib Nina (18). Pekerjaan tak kunjung didapat, uangnya malah hilang digondol orang.Seperti jutaan lulusan SMA di Indonesia lainnya, Nina berharap segera mendapatkan pekerjaan. Gadis ini ingin segera membantu orang tuanya mengurangi beban hidup yang semakin berat.Gayung pun bersambut. Sekitar Mei 2007 lalu, seorang wanita bernama Damayanti mengaku bisa mencarikan pekerjaan. Nina bisa segera bekerja sebagai tenaga honorer non medis di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun sebelumnya, ada syarat yang harus dipenuhi Nina. Apalagi kalau bukan uang. Nina diminta menyiapkan dana Rp 1,5 juta untuk biaya pendidikan, seragam dan sebagainya. Tapi Nina tidak punya uang sebanyak itu.Kepada Damayanti, gadis yang baru lulus dari SMA Katapang, Soreang, Bandung ini, mengaku hanya memiliki duit Rp 500 ribu. Dengan sedikit keberatan, Damayanti akhirnya setuju. Dia menjanjikan Nina akan bekerja mulai hari ini, Senin (13/8/2007).Nina yakin sekali dengan janji Damayanti itu. Bagaimana tidak? Selain mendapatkan 2 potong seragam berwarna krem, dia juga mendapat surat rekomendasi yang ditandatangani seseorang bernama Cecep Yahya. Dalam surat itu jabatan Cecep tertulis kepala biro kepegawaian RSHS.Namun saat tiba di ruang bagian kepegawaian RSHS, tubuh Nina lemas. Impiannya segera bekerja dan membantu orang tuanya lenyap. Pihak RSHS menegaskan tidak mengenal Damayanti dan Cecep Yahya. Di situ juga tertera pengumuman RSHS juga tidak menerima karyawan baru."Saya sudah ditipu oleh wanita yang mengaku Damayanti itu," ungkap Nina lirih saat ditemui di RSHS Jl Pasteur, Bandung, Jawa Barat.Pihak RSHS mensinyalir Nina tidak sendirian. Puluhan pencari kerja lainnya juga diduga mengalami nasib yang sama. Berdasarkan catatan RSHS, beberapa waktu lalu juga datang pemuda bernama Roni dengan maksud yang sama."Karena itu kami kemudian memasang pengumuman tidak menerima karyawan baru. Kita juga menegaskan tidak kenal dengan Damayanti dan Cecep," kata Dirut RSHS Cissy S Prawira.
(djo/nrl)











































