Gubernur Bali Akui Kecolongan

Suspect Flu Burung Meninggal

Gubernur Bali Akui Kecolongan

- detikNews
Senin, 13 Agu 2007 13:39 WIB
Denpasar - Kasus meninggalnya pasien suspect flu burung di RSU Sanglah, Denpasar, membuat Gubernur Bali Dewa Made Bratha prihatin. Menurutnya, Pemprov Bali sudah kecolongan.Pernyataan itu disampaikan Bratha usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Bali, Jl Sutomo, Denpasar, Bali, Senin (12/8/2007)."Kita sebelumnya dipuji oleh pusat karena penanganan flu burung yang kita lakukan paling baik di Indoneia. Tapi kita kecolongan sekarang," kata Bratha.Bratha juga mengkritik kinerja Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan setempat. Selama ini kedua instansi tersebut kurang memberikan informasi yang lengkap."Selama ini kita belum mendapat informasi soal kematian unggas. Kenyataanya ada beberapa unggas yang mati, kok tidak ada laporan," ungkap Bratha.Bratha memerintahkan instansi terkait segera menindaklanjuti kasus ini. Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan diminta segera terjun ke Desa Dangin Tukad Aye, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, tempat tinggal pasien suspect flu burung tersebut."Saya minta masyarakat dalam radius 1 km dari rumah korban diteliti. Ternak seperti burung dan ayam juga harus dikorbankan atau dibakar. Ganti rugi belum kita pikirkan, yang penting masyarakat sehat dulu," ungkap Bratha.Bratha juga berkomentar soal lalu lintas hewan ternak. Menurutnya, Pemprov akan lebih memperketat arus keluar masuk hewan ternak ke Bali. Pasien suspect flu burung Ni Luh Putu Tri Widyani (29) meninggal dunia Minggu 12 Agustus. Widyani menghembuskan nafas terakhir setelah dirawat selama 3 hari di RSU Sanglah. (djo/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads