Asmara Nababan: Surat Sakti Bukti Polly Agen BIN

Asmara Nababan: Surat Sakti Bukti Polly Agen BIN

- detikNews
Senin, 13 Agu 2007 13:04 WIB
Jakarta - Dugaan Tim Pencari Fakta (TPF) bahwa ada keterlibatan BIN dalam kasus Munir terbukti menyusul bocornya pengakuan eks Dirut Garuda Indonesia Indra Setiawan mengenai adanya surat sakti BIN."Surat itu menunjukkan Polly adalah agen BIN," kata mantan Wakil Ketua TPF Munir Asmara Nababan di Hotel Four Seasons, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13/8/2007).Dijelaskan Asmara, TPF sebelumnya menemukan kejanggalan saat Polly diangkat oleh Indra Setiawan menjadi Aviation Security Staff yang memberinya akses terbang tanpa menjadi pilot.Kecurigaan pertama, kata Asmara, Polly diangkat langsung oleh Indra Setiawan selaku Dirut. Padahal Polly bisa diangkat oleh direktur personalia."Tetapi TPF tidak bisa menemukan surat tertulis dari BIN perihal permintaan itu karena kita tidak diberi akses untuk melihat dokumen BIN," ujarnya.Pada waktu itu, lanjut dia, TPF hanya bisa menyimpulkan ada kekuatan besar yang mendikte Indra Setiawan untuk mengangkat Polly."Kita menduga itu BIN, tetapi kita tidak punya bukti tertulis," cetusnya.Dikatakan Asmara, pengakuan Indra menegaskan ada hubungan erat antara Polly dengan BIN. "Surat itu menegaskan Polly menjadi agen BIN. Jadi pembunuhan Munir merupakan persekongkolan," kata Asmara.Asmara optimistis peninjauan kembali (PK) yang diajukan Polri akan berhasil. "Syaratnya hakim-hakim tidak melihat PK dari legalistik formalistik saja, tetapi mempertimbangkan bukti baru yang diajukan," ujar mantan Sekjen Komnas HAM ini. (aan/umi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads