Bom Ikan Dinasti Nadir

Bom Ikan Dinasti Nadir

- detikNews
Senin, 13 Agu 2007 12:07 WIB
Jakarta - Nadir adalah tersangka bom ikan Pasuruan yang menjadi buron polisi hingga kini. Meski berulang kali meledak, tapi Nadir dan trah keluarganya tetap menjadikan bisnis bom ikan sebagai mata pencarian."Kalau dihubungkan dengan peristiwa 2005 dan 2006, mereka bekerja untuk pembuatan bom itu," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Herman Suryadi Sumawiredja kepada detikcom, Senin (13/8/2007).Kapolda menjelaskan, pada 23 Juli 2005 rumah pasutri Syaiful dan Annisa meledak karena bom ikan. Annisa adalah saudara Nadir. Annisa mengalami luka berat, begitu pula dengan Syaiful. Setelah perawatan, Annisa dan Syaiful ditangkap. Annisa ditahan selama 3 bulan sedangkan Syaiful selama 4 bulan.Kemudian pada 7 Juni 2006, lanjut Kapolda, terjadi lagi ledakan di Pasuruan dengan tersangka Yordan yang meninggal di tempat. Yordan adalah paman dari Nadir. Di TKP ditemukan 54 TNT. Pada November 2006, polisi mendapat informasi adanya transaksi jual beli TNT antara Annisa (yang sudah bebas) dengan Kannyani melalui perantara Eko dan Wahyu. Kannyani adalah istri dari Serka Ahmad Husein yaitu seorang anggota Marinir yang bekerja di pangkalan Marinir bagian senjata api dan amunisi. Kanniyani merupakan salah seorang saudara dekat Nadir."Kemungkinan mereka dapat dari situ (Serka Ahmad Husein). TNT itu didapat dari sisa-sisa latihannya dan dikumpulkan setiap habis latihan," tandasnya.Kapolda mengatakan, Serka Ahmad Husein pernah ditahan 200 hari di Pom AL Surabaya. Perkara ini dilimpahkan ke Direktorat Militer III/12 Surabaya. "Perkaranya belum disidangkan. Dia dibebaskan tapi masih dalam proses," tuturnya. (ziz/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads