Penggergaji Rel Paham Soal KA, Direncanakan dengan Matang
Senin, 13 Agu 2007 08:07 WIB
Jakarta - Pelaku penggergajian rel kereta yang dilintasi KA Gumarang betul-betul orang yang tahu banyak masalah perkeretaapian. Pelaku menggergaji rel hingga putus, bahkan menghilangkan pelat penghubung rel, serta mencabuti alat penambat."Menurut saya, orang ini mengerti benar mengenai kereta api. Dia memotong di ujung jembatan, pelat juga dipotong. Bahkan penambat dicabuti, pasti itu akan dilewati," kata Dirjen Perkeretaapian Dephub, Soemino Eko Saputro, kepada detikcom, Senin (13/8/2007).Menurut Soemino, jika pelaku tak tahu banyak soal kereta api tidak mungkin dia mengambil pada posisi yang sangat rawan. "Bahkan dia lakukan pada hari Minggu saat penumpang penuh. Ini pemikiran yang sudah jauh ke depan," ujarnya.Soemino menjelaskan penggergajian rel dilakukan di ujung jembatan nomor 59. Akibat ulah oknum ini, tentu sangat membahayakan kereta api karena lokasi jalan lurus. "Kecepatan maksimal yang diizinkan dalam kondisi bantalan bagus, KA bisa melaju higga 100 km/jam. Ini sangat berbahaya kalau kecepatan tinggi tapi rel kondisinya seperti itu," imbuh Soemino.KA Gumarang anjlok akibat rel sepanjang 5 meter digergaji. 12 Penumpang mengalami luka ringan dan memar. Polisi hingga kini masih menyelidiki pelaku perusak rel ini.
(mly/nrl)











































