Laporan dari Hong Kong
TKW, Harajuku, dan Tank Top
Senin, 13 Agu 2007 07:48 WIB
Hong Kong - Kalau kita membicarakan TKI yang bekerja di luar negeri, imejnya selalu orang lugu di negeri orang, gagap teknologi, pokoknya ndeso. Jangan salah, di Hong Kong, gaya harajuku pun mereka tahu.Gelar lomba 17 Agustus yang diadakan Konjen RI di Hong Kong, Minggu (12/8/2007) menjadi ajang berkumpulnya ratusan TKI. Bertempat di Victoria Park, beraneka lomba dan panggung hiburan digelar.Para TKI pun datang membanjir dan menjadi kesempatan detikcom membandingkan mereka. Wartawan detikcom Fitraya Ramadhanny berada di Hong Kong atas undangan Konjen RI Hong Kong bersama wartawa dua media lainnya. Harus diakui kalau para TKW asal Indonesia punya gaya yang lain dibanding dengan TKW-TKW yang bekerja di negara-negara lain. Penampilan mereka tidak kumuh. Di Hong Kong, para TKW ini bergaji cukup tinggi. Minimal, mereka bergaji sekitar Rp 3,5 juta per bulan. Karena itu, tidak heran bila telepon seluler (ponsel) menjadi barang wajib bagi mereka. Ponsel yang mereka punya pun berharga mahal. Seringkali ponsel ini dikalungkan di leher mereka. Gaya busana itu tergantung selera. Namun pasti sudah jauh berbeda saat mereka berangkat dari tanah air. Kentara sekali mereka dipengaruhi gaya busana anak muda Hong Kong dan mungkin sekali ditiru dari anak majikan mereka.Ada yang berbusana terbuka, dengan rok mini, tank top, celana hipster, atau berdandan ala skater boy dengan kalung rapper. Untuk rambut, dicat itu sudah biasa. Gaya rambut harajuku itu baru seru, apalagi memakai celana loreng. Jangan lupa, sepatu-sepatu olahraga yang mereka pakai juga model terbaru.Namun tidak semuanya terpengaruh busana barat ini. Masih banyak juga lho TKI yang tetap dalam balutan anggun jilbab. Kalau sudah begini, apa masih mereka dibilang ndeso?
(fay/asy)











































