Sebelum KA Gumarang Terguling, Terjadi Getaran Kuat
Senin, 13 Agu 2007 04:44 WIB
Jakarta - KA Gumarang jurusan Pasar Turi, Surabaya- Jakarta mengalami kecelakaan di KM 27 + 4/5 sekitar 4 KM dari Stasiun Gubug, Purwodadi. 3 Gerbong bagian belakang anjlok dan dua di antaranya terguling. Lokomotif juga anjlok. Sebelum KA celaka, para penumpang mendengar suara getaran yang sangat kuat. "Saya merasakan getaran kuat sebelum kemudian KA terguling. Sebagian penumpang sudah mengira kereta akan celaka. Dan ternyata benar," kata Hanif, salah seorang penumpang saat dihubungi detikcom, Senin (13/8/2007) pukul 04.00 WIB. KA ini mengalami naas sekitar pukul 22.10 WIB, Minggu (12/8/2007). KA Gumarang meninggalkan Stasiun Pasar Turi, Surabaya sekitar pukul 17.45 WIB. KA kelas bisnis dan eksekutif ini cukup penuh, meski tidak ada penumpang yang berdiri. Namun, hampir semua tempat duduk terisi. Menurut Hanif, ada tiga gerbong bagian belakang yang anjlok. Gerbong paling belakang dan gerbong nomor dua dari belakang bahkan terguling hingga 90 derajat. Sedangkan gerbong ketiga hanya keluar dari rel, tidak sampai anjlok. Hanif, mahasiswa Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya ini duduk di gerbong 2 (gerbang nomor dua dari belakang), yang terguling. "Setelah getaran kuat saya rasakan, beberapa detik kemudian, gerbong saya anjlok dan terguling," ujar pria berkacamata ini. Menurut Hanif, dengan kecelakan ini, gerbong paling belakang terputus dari rangkaian gerbong 2. Sementara gerbong 2 juga terputus dengan gerbong di depannya. Jadi, rangkaian KA ini terputus menjadi tiga bagian. "Gerbong yang terguling paling para ya gerbong yang saya naiki," kata dia. Hanif sempat panik saat itu. Namun, dia berhasil keluar dari gerbong dan selamat. Hanif tidak mengalami luka apa pun. Menurut dia, di dalam gerbongnya beberapa orang hanya mengalami luka ringan, hanya luka lecet. Tidak ada korban jiwa.
(asy/asy)











































