Surat Sakti BIN untuk Indra Lemah Sebagai Bukti

Surat Sakti BIN untuk Indra Lemah Sebagai Bukti

- detikNews
Minggu, 12 Agu 2007 00:33 WIB
Jakarta - Tudingan Indra Setiawan menerima surat perintah dari Wakil Kepala BIN As'ad dinilai sangat lemah sebagai bukti. Pengakuan mantan Dirut PT Garuda Indonesia ini tidak bisa dijadikan bukti sebagai pengajuan peninjauan kembali (PK) ke MA.Menurut pengamat intelijen Wawan Purwanto, pengadilan kasus pembunuhan Munir yang menyidangkan Indra Setiawan memang banyak menguak hal baru. Misalnya keberadaan surat tugas Pollycarpus yang dikatakan dibuat oleh Wakil Kepala BIN As'ad.Namun, Indra pun buru-buru mengaku bahwa surat itu hilang dicuri. "Secara hukum memang bila tidak ada bukti materiil yang kuat, tudingan itu lemah. Apalagi Polly juga bantah memberikan surat itu ke Indra. Saya lihat, PK ini lemah diajukan ke MA," kata Wawan yang ditemui di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (11/8/2007).Selain itu, munculnya pengakuan seorang agen BIN bernama Ucok, yang telah diperintahkan untuk membunuh Munir melalui santet harus segera diklarifikasi lembaga intelijen negara itu. Bila tidak, tentunya pengakuan-pengakuan seperti ini tidak bisa dijadikan dasar untuk pengajuan PK."Paling utama yang harus dilakukan saat ini adalah membuka rekaman percakapan telepon antara Pollycarpus dan Muchdi PR. Kenapa itu tidak dibuka, padahal kan sudah diteliti oleh FBI," jelas Wawan.Wawan menegaskan, FBI harus mengumumkan dan mengungkapkan hasil penelitiannya selama ini agar masalahnya tidak ke mana-mana serta sekamin kacau balau. "Di mana pun tidak masuk akal kalau mau membunuh orang itu ada suratnya. Jadi sebaiknya FBI segera buka itu," tandasnya.Ditambahkan Wawan, untuk mengungkap siapa pembunuh Munir sebenarnya harus ada bukti otentik. "Jadi jangan asal, bahwa asumsi-asumsi dijadikan bukti yang tentunya gampang dipolitisasi sebagian kalangan untuk kepentingan tertentu, seperti Pemilu 1999," pungkasnya. (zal/ary)



Berita Terkait