Ledakan Pasuruan
Pelaku Lama yang Mau Unjuk Gigi
Sabtu, 11 Agu 2007 19:22 WIB
Jakarta - Peristiwa ledakan di Pasuruan, Jawa Timur, diduga dilakukan kelompok teroris baru yang merupakan kader kelompok lama. Mereka akan terus melancarkan aksinya sepanjang 2007-2008 untuk menunjukan keberadaannya."Ini (pelakunya) kelompok lama. Namun mereka mengembangkan small group baru dengan mengandalkan penggalangan selama ini. Justru sekarang ini bukan alumni Afganistan yang bergerak, tapi kelompok baru ini saja," jelas pengamat intelijen, Wawan H Purwanto yang ditemui wartawan di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (11/8/2007).Menurut Wawan, pihak keamanan di Asia sudah memprediksi akan terjadi aksi teror berupa ledakan bom, khususnya pasca penangkapan Abu Dujana cs. Aksi tersebut, setidaknya bertujuan untuk menunjukkan kelompok tersebut tetap eksis."Sekarang terbukti. Ledakan masih akan terus terjadi selama 2008. Keamanan di Asia akan banyak ancaman ke depan. Salah satu target utamanya adalah Indonesia," ujar Wawan.Selain itu, lanjut Wawan, kelompok ini juga memiliki tujuan lain, yakni merusak citra Indonesia di dunia internasional khususnya terkait rencana investasi perusahaan asing."Kejadian di Pasuruan juga dekat dengan Isra Mi'raj. Ini ada upaya untuk membangun imej bahwa kekerasan dekat dengan Islam. Umat Islam jangan terpancing terhadap upaya yang ingin beri citra negatif buat negeri ini," jelasnya.Ketika ditanya mengapa kelompok teroris tersebut memilih Pasuruan sebagai lokasi persembunyian dan peledakan, Wawan mengatakan perpindahan lokasi merupakan bagian dari pelarian kelompok tersebut."Lokasi memang berpindah. Dari Jakarta, Bandung, Tasik, Purwakarta, Subang, ke Jatim, lalu kembali ke Jateng dan DIY. Setelah itu terakhir melebar lagi ke Jawa Timur," jelasnya.Karena itu, Wawan mengharapkan aparat pengamanan tidak lengah dalam pengawasan dan penangkapan kelompok teroris tersebut. Sebab, kelengahan aparat biasanya dijadikan celah penyerangan."Kalau aparat siaga, teroris enggan beraksi. Kalau aparat lengah, maka ada gerakan. Sekarang aparat di Jatim memang sedang terfokus mengatasi masalah Porong Sidoarjo, dan kasus Alas Tlogo," pungkasnya.
(zal/ary)











































