Kaca Mobil Indra Dipecah, 'Surat Sakti' BIN pun Hilang
Sabtu, 11 Agu 2007 16:09 WIB
Jakarta - Persoalan surat tugas Pollycarpus kembali mencuat. Lebih-lebih kala pengakuan baru muncul dari mantan Dirut Garuda Indra Setiawan."Dalam kesaksian di persidangan dahulu Pak Indra tidak mau mengungkapkan hal ini, karena takut menjadi fitnah," kata pengacara Indra, Antawirya J Dipodiputro, di Jakarta, Jumat (10/8/2007).Surat yang berstempel BIN itu disebutkan Antawirya ditandatangani oleh petinggilembaga itu dan meminta agar Polly ditugaskan di corporate security. "Surat itu sangat rahasia, dari instansi resmi pemerintah," terang Antawirya.Timbul pertanyaan, kenapa BIN mengurusi persoalan seperti itu? "Namanya intelijen kan di mana-mana, tambah lagi saat itu sedang ramai selepas bom Bali," ujar Antawirya.Antawirya mengaku dalam pemeriksaan, kliennya pernah dikonfrontir dengan Pollycarpus. "Tapi soal surat ini Polly membantahnya," imbuhnya.Lalu bagaimana nasib surat yang menghebohkan ini? Apakah secara fisik masih ada?Karena tentunya ini akan menjadi bukti materiil yang sangat kuat di persidangan.Antawirya mengaku surat itu hilang pada 31 Desember 2004. Saat itu Indra besertasopirnya tengah menunaikan salat Jumat di Masjid Hotel Sahid. Mobil mereka parkir di hotel bintang lima itu."Kaca depan mobil Pak Indra pecah dan surat yang ditaruh di dalam tas itu hilang. Indra juga sudah membuat laporan kehilangan kepada Polsek setempat. Kalau mau cek aja ke sana. Di Sahid kan memang sering kejadian," ungkapnya.
(gah/ndr)











































