Operator Minta Warga Kolong Tol Jembatan Tiga Segera Ditertibkan

Operator Minta Warga Kolong Tol Jembatan Tiga Segera Ditertibkan

- detikNews
Sabtu, 11 Agu 2007 15:01 WIB
Jakarta - Menetap di kolong jalan tol sangat berbahaya, utamanya di bawah jalan tol Jembatan Tiga di interchange Pluit (jalan tol Wiyoto Wiyono KM 24.200). Konstruksi tol Jembatan Tiga yang langganan dijilat api dikhawatirkan ambruk menimpa warga."Apa harus menunggu roboh dan memakan korban jiwa baru ditertibkan, kan tidak. Lebih cepat lebih baik," kata Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) Daddy Hariadi, pengelola jalan tol Cawang-Pluit, kepada detikcom, Sabtu (11/8/2007).Daddy mengatakan kolong tol seharusnya tidak boleh dijadikan lokasi hunian."Itu kan liar dan membiarkan sesuatu yang salah. Banyak ahli mengatakan tinggal di kolong tol tidak baik. Misalnya jika roboh dan menimpa warga, siapa yang disalahkan," ujarnya.Pemukiman liar di kolong tol Jembatan Tiga sepanjang 2007 sudah dua kali terbakar. Kebakaran pertama terjadi pada Mei 2007 dan kebakaran kedua terjadi 7 Agustus lalu.Kebakaran tersebut mengakibatkan konstruksi tol rusak parah, sehingga kelayakannya kini tengah diteliti. Pihak operator khawatir konstruksi jembatan ambruk dan membahayakan penghuni di bawahnya.Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara berencana menertibkan ratusan rumah yang dihuni warga kolong tol. Sebanyak 10.000 jiwa harus angkat koper meninggalkan jembatan kolong tol di sepanjang 11 km jalan tol di Jakarta Utara tersebut. (aan/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads