Ramai-ramai Klaim Laut Artik
Sabtu, 11 Agu 2007 11:20 WIB
Kopenhagen -
Peneliti Denmark berencana mengarungi Kutub Utara. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan data geologi upaya mengklaim wilayah Laut Artik.Misi itu dilakukan karena Rusia juga mengarungi Kutub Utara pada seminggu yang lalu. Dalam sebuah ekspedisi minggu lalu, para eksplorer Rusia menancapkan bendera di bawah laut, yakni di kedalaman 4.200 meter di bawah laut.Rusia mengklaim, perairan di pesisir utara Kutub Utara adalah bagian dari teritori mereka. Mereka beralasan, punggung bukit Lomonosov adalah perpanjangan wilayah kontinental mereka. Demikian dilansir dari bbc.co.uk, Jumat (10/8/2007).Rusia melakukan ekspedisi ini dengan mempelajari punggung bukit Lomonosov. Hal ini dikarenakan kepercayaan Rusia bahwa penampang bawah laut di Artik itu terhubung dengan teritorinya.Atas ekspedisi itu, Denmark pun terinspirasi melakukan investigasi punggung bukit Lomonosov, untuk melihat apakah secara geologi terhubung dengan Greenland yang merupakan teritori Denmark.Tim dari Denmark berupaya mengumpulkan data seismik, graviti, dan bathimetrik untuk memetakan dasar laut yang ada di bawah es. Demikian penjelasan ilmuwan dan Kementerian Teknologi Denmark.Kegiatan itu akan dimulai Minggu 12 Agustus besok dari Tromsoe di Norwegia Utara, dan kembali lagi ke Norwegia, tepatnya di pulau terpencil Svalbard pada 17 Agustus mendatang.Bertindak sebagai Ketua Penelitian Martin Jakobsson dari Universitas Stockholm di Swedia serta Christian Marcusse dari Lembaga Penelitian Geologi Denmark dan Greenland.Kanada, Norwegia, dan AS juga mengklaim laut Artik tersebut. Klaim itu bukan tanpa sebab. Karena, area tersebut diyakini kaya akan minyak dan gas, yang karena adanya pemanasan global membuat es cepat mencair.Dasar laut kutub utara bukanlah bagian dari suatu negara. Hal-hal yang ada di sana diatur oleh berbagai perjanjian internasional.PM Kanada Stephen Harper mengatakan akan membangun dua basis militer baru di utara jauh. "Pemerintah baru Kanada memahami prinsip kedaulatan Artik adalah menggunakan atau kehilangan," ujar Harper di Resolute, yang merupakan komunitas kecil Inuit yang berada sekitar 600 km dari selatan Kutub Utara.
(nvt/qom)










































