2 Napi Kabur dari LP Sukamiskin

2 Napi Kabur dari LP Sukamiskin

- detikNews
Jumat, 10 Agu 2007 21:56 WIB
Sukamiskin - Seperti biasa, saat apel siang, petugas LP Sukamiskin, Jawa Barat, menghitung jumlah napi. Namun betapa terkejutnya si petugas, ketika jumlah napinya berkurang 2 orang.Napi yang melarikan diri tersebut bernama Asep Ahmad (21) dan Andika (24). Asep divonis 10 tahun penjara karena melakukan pembunuhan dengan senjata api. Kini, pemuda asal Garut itu telah menjalani hukuman sekitar 2 tahun 10 bulan.Sedangkan Andika yang berasal dari Lampung dihukum seumur hidup karena melakukan pembunuhan berencana. Saat kabur, dia sudah menjalani hukuman 2 tahun 2 bulan."Mereka diperkirakan kabur pukul 12.00 WIB dari tempat penyimpanan hasil kerja percetakan," ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Depkum HAM Jawa Barat Dedi Sutardi di LP Sukamiskin, Jawa Barat, Jumat (10/8/2007).Di LP tersebut, para napi memang mendapat pembinaan dengan diarahkan ke berbagai bidang kerja, seperti percetakan, perbengkelan, perkayuan, dan pertanian."Asep ikut dalam percetakan. Sedangkan Andika masuk ke pesantren. Mereka melarikan diri dengan bangku dan rak yang disusun, kemudian memecahkan plafon. Lalu genteng dibuka dan lompat. Di sini memang tidak ada pagar bentengnya," tutur Dedi.Dikatakan dia, pihak LP belum mengetahui mereka berdua lari ke mana. "Sudah diperiksa satu orang petugas jaga gudang. Dan kami akan memeriksa yang lainnya. Ini karena kelalaian para pegawai. Seharusnya gudang dikunci, tapi malah terbuka," lanjutnya.Ditambahkan Dedi, kalau pegawai LP terbukti melakukan kesalahan, maka akan dikenai sanksi.Menurut Kalapas Rachmat Prio Sutardjo, jumlah napi di Sukamiskin adalah 486. Kapasitas LP sebanyak 552. "Tidak over kapasitas, karena one cell one man. Mereka berdua mendekam di blok utara atas," kata Rachmat.Menurutnya, LP Sukamiskin menggunakan medium security. Karena awalnya lapas kelas 1 ini dikhususkan untuk napi intelektual. "Makanya Bung Karno dulu sempat di sini," cetusnya.Perkembangannya, napi kelas kakap juga dimasukkan ke LP Sukamiskin. "Ini sempat dibahas, karena seharusnya kelas kakap diterapkan maximal security. Yang melakukan korupsi masuknya di sini," tambah Rachmat.Dalam waktu sekitar sebulan ini, di Jawa Barat telah ditemukan sejumlah kasus napi kabur. Sebelumnya, Kamis 9 Agustus sore, seorang napi kabur dari Rutan Kebon Waru. Pada 4 Juli 2007, 9 napi narkotika melarikan diri dari LP Banceuy. (nvt/nvt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads