Pencairan Klaim Berbelit, Askes Diminta Bayar Askeskin ke RS

Pencairan Klaim Berbelit, Askes Diminta Bayar Askeskin ke RS

- detikNews
Jumat, 10 Agu 2007 17:30 WIB
Jakarta - Departemen Kesehatan meminta PT Askes membayar klaim Askeskin secara langsung, tidak melalui kantor cabang PT Askes lagi.Aliran klaim PT Askes dari kantor pusat ke cabang dinilai berbelit-belit."Untuk pembayaran Askeskin, kita ingin PT Askes membayarkan langsung ke rumah sakit. Tidak ke kantor-kantor cabang atau regional," kata Menkes Siti Fadilah Supari saat jumpa pers di Depkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Jumat (10/8/2007).Pembayaran langsung, menurutnya, bukan karena kecurigaan dana itu akan dikorupsi, tapi hanya masalah waktu. "Itu butuh waktu lama dan terkadang tidak diberikan 100 persen," katanya.Saat ini, kata Menkes, total dana pemerintah yang teronggok di PT Askes mencapai Rp 24 miliar. "Dan dana itu tidak ke mana-mana, hanya nongkrong saja di situ," cetusnya.Ruwetnya permasalahan klaim ini berawal ketika rumah sakit di daerah banyak menolak merawat pasien Askeskin, karena mereka tidak memiliki dana lagi.PT Askes dalam pencairan klaimnya mensyarakatkan warga memiliki kartu Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Padahal, PT Askes selaku distributor dan pembuat SKTM baru membagikan SKTM sekitar 60 persen. Seharusnya Juli 2006, Askes sudah mendistribusikan SKTM 100 persen.Askes berhenti mendistribusikan SKTM ketika BPS sebelum Juli 2006 mengeluarkan data masyarakat miskin.Padahal, BPS hanya memakai satuan kepala keluarga. Sedangkan data yang dipakai Depkes merupakan data pemerintah daerah yang memakai satuan jiwa."Kalau BPS kan 1 KK, kalau jiwa kan bisa saja 1 KK ada 5-10 jiwa," kata Menkes.Untuk itu Depkes akan menalangi dahulu tunggakan rumah sakit terhadap pembayaran Askeskin. "Kita ambilkan dari Depkes yang tahap pertama sebesar Rp 1 triliun," kata dia. (umi/sss)


Berita Terkait