Pengacara Indra Setiawan Akui Ada Surat Sakti Petinggi BIN
Jumat, 10 Agu 2007 14:08 WIB
Jakarta - Misteri kasus Munir sedikit demi sedikit terkuak. Pengacara mantan Dirut PT Garuda Indonesia Indra Setiawan, Wira D Dipodiputra, mengakui ada surat sakti dari petinggi Badan Intelijen Negara (BIN) agar Polycarpus Budihari Priyanto ikut berangkat ke Singapura."Ya, surat itu memang ada. Tapi kita sebagai penasihat hukum tidak pernah melihatnya," kata Wira saat menemani kliennya di Kejati DKI Jakarta, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (10/8/2007).Hal itu, lanjut Wira, berdasarkan pengakuan Indra kepada penyidik Mabes Polri. "Tapi surat itu hilang, dari mobil Pak Indra di Hotel Sahid," ujarnya.Disebut-sebut surat itu diserahkan pada Juli 2004, di Hotel Sahid, dan hilang pada Desember 2004 di tempat yang sama. Terkait surat ini, disebutkan di dalam berita acara di kepolisian."Tapi kan, surat itu dengan terjadinya pembunuhan sangat jauh," jelasnya.Sementara Kabid Humas Mabes Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto menyatakan, kelanjutan penyelidikan kasus Munir untuk megejar pelaku lainnya akan dilakukan setelah proses sidang Indra Setiawan selesai."Nanti bila ada (nama-nama yang mucul di pengadilan), tentu akan kita sidik lebih lanjut. Tapi biarkan sidang berjalan dulu," ujar dia.Menurutnya, untuk pemeriksaan selanjutnya, polisi pun nantinya akan melakukan koordinasi dengan instansi-instansi terkait. Semuanya, lanjut Sisno, bisa dibuktikan di pengadilan."Semua itu bisa terbukti di pengadilan. Bahkan nanti juga siapa yang menyuruh melakukan dan siapa-siapa lagi yang disuruh membantu melakukannya, bisa terbukti di pengadilan," imbuhnya.Ketika ditanya apakah sudah ada pejabat BIN yang diperiksa, Sisno mengatakan, bila ada bukti awal yang cukup, maka tentunya siapa saja yang terlibat akan disidik.
(nwk/sss)











































