Menteri PU-Walikota Jakut Bahas Nasib Warga Liar Jembatan Tiga
Jumat, 10 Agu 2007 12:28 WIB
Jakarta -
Pemukiman di bawah kolong tol Jembatan Tiga dianggap tidak layak. Menteri PU Djoko Kirmanto dan jajaran Walikota Jakarta Utara pun menggelar rapat untuk menentukan nasib para penghuni liar di kawasan tersebut.Rapat koordinasi itu digelar sekitar pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB, Jumat (10/8/2007).Namun rapat tersebut belum memutuskan relokasi model apa yang akan dilakukan bagi ratusan warga yang sudah bertahun-tahun tinggal di sana. "Kita masih akan menggelar rapat untuk itu seminggu lagi," kata Walikota Jakarta Utara Effendi Anas kepada detikcom. Effendi mengaku belum tahu, apakah para penghuni akan ditempatkan di rusun atau di kawasan lain. "Kita tunggu kebijakan Kimpraswil (sekarang Departemen Pekerjaan Umum). Karena dulu yang membolehkan mereka tinggal di sana kan Kimpraswil. Itu kan tanah Kimpraswil. Jadi kebijakan harus datang dari sana," tutur Effendi.Pemukiman liar di kolong tol Jembatan Tiga (Tol Wiyoto Wiyono Km 24.200) sepanjang 2007 sudah dua kali terbakar. Kebakaran pertama terjadi pada Mei 2007 dan kebakaran kedua terjadi 7 Agustus lalu.Kebakaran tersebut mengakibatkan konstruksi tol rusak parah, sehingga kelayakannya kini tengah diteliti. Pihak operator khawatir konstruksi jembatan ambruk dan membahayakan penghuni di bawahnya.
(umi/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































