Indra Setiawan Tersenyum Ditanya Surat dari Petinggi BIN
Jumat, 10 Agu 2007 11:42 WIB
Jakarta - Jurus diam dilakukan eks Dirut Garuda Indonesia Indra Setiawan saat dicecar wartawan seputar permintaan tertulis dari petinggi BIN terkait surat tugas Pollycarpus Budihari Priyanto.Surat tugas itu berisi penunjukan Polly sebagai staf perbantuan pada unit corporate security dalam pesawat yang ditumpangi Munir 6 September 2004."Apa benar Bapak menerima surat dari petinggi BIN?" tanya wartawan pada Indra di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (10/8/2007).Indra diam dan hanya tersenyum simpul. Dia terus berjalan menuju mobil Toyota Innova warna hitam B 8062 K yang akan membawanya ke Kejati DKI Jakarta."Petinggi BIN siapa yang mengirim surat?" cecar wartawan.Indra lagi-lagi tetap diam."Jadi benar ada surat dari petinggi BIN?" tanya wartawan lagi."Tanya saja penyidik," elak Indra sejurus kemudian."Apa benar di HP Bapak ada nama petinggi BIN?" desak wartawan.Indra tetap bungkam."Apa benar saat Bapak ditangkap, Bapak menelepon petinggi BIN?" wartawan tak putus asa terus bertanya."Tanya saja penyidik," sahut Indra singkat.Pada Kamis 9 Agustus, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang peninjauan kembali (PK) yang diajukan Kejagung terhadap Pollycarpus. Hal itu dilakukan Kejagung untuk menjerat Polly dalam kasus pembunuhan Munir.Kejagung membeberkan novum baru, yang menurut bocoran yang dimuat harian Indopos, Indra Setiawan dalam kesaksiannya menyebut ada permintaan tertulis dari pejabat BIN agar Polly ditugaskan sebagai staf perbantuan di Unit Corporate Security di pesawat Munir.Sayangnya, surat dari pejabat intelijen itu hilang saat mobilnya kemalingan.PeriksaKebidpenum Mabes Polri Kombes Pol Bambang Kuncoko mengatakan siapa pun akan dimintai keterangan terkait surat petinggi BIN."Penyidik berjalan sesuai ketentuan. Tinggal menunggu dan mengambil keterangan siapa pun yang terlibat," kata Bambang saat ditanya apakah petinggi BIN yang mengirim surat ke Indra akan dimintai keterangan.Sumber di Mabes Polri mengatakan belum ada satu pun petinggi BIN yang dimintai keterangan soal permintaan tertulis petinggi BIN untuk mengeluarkan surat tugas bagi Polly."Kasus Indra, Polly menjadi entry point untuk pengungkapan selanjutnya,' kata sumber itu.
(aan/nrl)











































