Menteri PU: Jembatan Tol Harus Bersih dari Pemukiman
Jumat, 10 Agu 2007 11:16 WIB
Jakarta - Kasus kebakaran di kolong tol Jembatan Tiga (Tol Wiyoto Wiyono Km 24.200) menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto meminta kolong tol bersih dari pemukiman. "Ini pengalaman yang baik, saya akan mengusulkan agar semua jembatan tol bersih dari pemukiman. Ini agar berdampak baik untuk pemukimannya dan jembatannya sendiri," tegas Djoko.Djoko menyampaikan hal itu di sela acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-12 di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (10/8/2007). Usulan itu, imbuh Djoko, sudah disampaikannya kepada Wapres Jusuf Kalla. Pembersihan kolong tol merupakan kunci aman yang tidak bisa ditawar-tawar."Itu kuncinya, sudah titik! Sehingga kalau kita mau aman harus dipindahkan," cetusnya. Namun untuk pembersihan, menurut dia, tidak bisa dilakukan semen-mena, tetapi harus ada kerja sama yang baik dengan penghuni."Kalau kita buatkan rumah susun, silakan pindah ke situ. Kalau sewa ya sewa, kalau ngangsur ya ngangsur, tapi harus mau. Jangan kita punya ide baik-baik yang terjadi malah begitu," tegasnya.Soal penutupan pintu tol Jembatan Tiga yang rusak parah akibat kebakaran 7 Agustus lalu, Djoko mengatakan, "Nggak usah ditutup juga sudah ditutup karena tempat bayar tolnya terbakar, jadi terpaksa ditutup."Saat ini, imbuh dia, jalan tol dari Ancol menuju Bandara Soekarno-Hatta hanya dibuka satu sisi saja. "Jadi tolong kalian sampaikan itu tidak proper (layak), tidak betul itu (tinggal di kolong jembatan)," tandasnya.
(umi/nrl)











































