Gempa Runtuhkan Tebing 20 meter, 1 Warga Diduga Tewas
Jumat, 10 Agu 2007 08:07 WIB
Kuningan - Ternyata tidak hanya di Sukabumi saja gempa 7 SR Kamis 9 Agustus 2007 dinihari merontokkan bangunan. Di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, gempa membuat tebing setinggi lebih dari 20 meter retak dan runtuh. Akibat insiden ini, 1 warga bernama Bowo diduga tewas tertimpa bebatuan berton-ton itu. Tebing itu berlokasi di surupan galian batu cadas di Kecamatan Cigugur.Saat kejadian, Bowo beserta 3 rekannya Herman, Momon dan Agus bekerja menggali batu pada tebing di lahan milik Herman. Saat 3 rekan lainnnya berada jauh dari lubang galian, tiba-tiba tebing setinggi 8 meter longsor dan menimbun Bowo. Tebing itu rencananya memang diruntuhkan."Awalnya sudah diingatkan, pas malem ada gempa batunya pada retak-retak, tapi korban (Bowo) tetep nekad aja," ujar Agus, salah seorang korban yang berhasil menyelamatkan diri. Hingga malam ini, Bowo yang tertimbun belum berhasil dievakuasi. Keluarganya hock atas peristiwa ini. Istri korban mengurung di dalam kamar.Upaya evakuasi warga dan aparat hanya dengan alat seadanya. Padahal batu yang menimbunnya berukuran sangat besar. Hingga Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB, upaya pencarian masih dilakukan petugas. "Rencananya didatangkan eskavator dan bekhoe untuk evakuasi tubuh korban yang terjepit," ujar salah seorang tim penyelamat.Usaha galian batu ini, sebenarnya sudah diingatkan oleh aparat desa setempat. Namun pemilik lahan masih membandel dan tetap melakuan usaha penggalian. Pemerintah daerah setempat rencananya akan menutup paksa usaha galian batu ini. "Saya pernah membuat surat teguran kepada pemilik lahan sekaligus camat setempat, untuk melarang penggalian batu di tempat itu. Ya akhirnya kejadian juga yang pernah saya duga," menurut Momon Rohmana, Sekretaris Daerah Kuningan yang ditemui detikcom di sela-sela proses evakuasi korban.
(nrl/nrl)











































