Dilarang Bicara, Ba'asyir Tak Datang ke Konferensi HTI

Dilarang Bicara, Ba'asyir Tak Datang ke Konferensi HTI

- detikNews
Kamis, 09 Agu 2007 17:33 WIB
Solo - Abu Bakar Ba'asyir mengaku telah diberitahu oleh Hizbuth Thahrir Indonesia (HTI) bahwa Polri melarang dirinya berbicara dalam konferensi internasional yang akan diselenggarakan HTI 12 Agustus mendatang. Atas larangan itu, Ba'asyir memutuskan sekalian tidak akan menghadiri dari pada memberati panitia. Hal tersebut disampaikan Ba'asyir kepada wartawan di Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Kamis (9/8/2007) sore. Menurutnya, beberapa hari lalu, jubir HTI Ismail Yusanto menemuinya di Kantor MMI Pusat Jakarta untuk memberitahukan bahwa Polri melarang dirinya tampil sebagai pembicara di konferensi internasional HTI. Dalam kesempatan itu, lanjut Ba'asyir, Yusanto mengatakan Ba'asyir diperbolehkan hadir namun dilarang menjadi pembicara. Jika tetap bicara maka bisa saja izin acara itu dibatalkan. Kepada Yusanto, Ba'asyir mengaku tidak mempermasalahkannya namun dia memutuskan untuk sekalian tidak hadir. "Saya katakan bahwa panitia telah berkorban tenaga, waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk acara itu. Kasihan kalau dilarang. Tapi kalau saya hadir dan tidak bicara, nanti malah menimbulkan tafsiran-tafsiran yang tidak-tidak. Saudara Ismail Yusanto bisa menerima alasan saya itu," ujar Ba'asyir. Ba'asyir mengaku tidak menghiraukan lagi larangan dari Polri tersebut. Dia bahkan mengaku upaya mempersulit dakwahnya itu tidak hanya terjadi dalam acara HTI tersebut.Dia merasakan telah lama merasakan ada tekanan, hambatan atau dipersulit dalam berdakwah di berbagai tempat. Dia mengaku sering menerima keluhan-keluhan dari panitia yang menghadirkan dirinya sebagai penceramah. Bahkan ada pengajian yang gagal dilaksanakan karena tekanan itu. "Saya menduga pelarangan itu terjadi karena isi pengajian saya mengarah pada perubahan agar negara sesuai syariat Islam jika ingin tertib. Konsep dalam Al-Qur'an yang diamalkan Rasul dan para sahabat, dalam sebuah wilayah namanya negara wilayah sedangkan di tingkat internasional berbentuk khilafah," paparnya. "Bisa jadi kalau saya berbicara keras seperti itu di acara HTI yang menghadirkan banyak pemimpin-pemimpin internasional maka mungkin pernyataan itulah yang dikhawatirkan. Memang saya menyatakan menegakkan khilafah itu wajib hukumnya. Karena itu saya dilarang bicara. Tetapi ini dugaan saya saja," lanjut Ba'asyir. (mbr/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads