Clubber Kabur Dikira Ada Razia

Gempa Jakarta

Clubber Kabur Dikira Ada Razia

- detikNews
Kamis, 09 Agu 2007 17:22 WIB
Jakarta - Kisah tentang gempa 7 SR masih menjadi bahan pembicaraan hingga pukul 17.00 WIB, Kamis (9/8/2007). Berikut ini kisah para pembaca hingga sore ini:Sono PuspohadiTadi malam saya dan teman-teman berenam keluar makan malam di luar. Selesai dinner, sekitar pukul 24.00 malam. Pas lewat di Jalan Gadjah Mada, kami melihat banyak sekali pengunjung-pengunjung diskotek di kawasan Jalan Gadjah Mada yang serentak keluar. Mereka ketakutan, terbaca jelas di wajah mereka oleh kami yang sedang melintas di Jalan Gadjah Mada. Saya pikir ada razia. Tak lama kemudian, SMS dari teman saya yang bermukim di Pluit Indah berbunyi. Saya baca, "Tempatmu di Jakarta Pusat kena gempa juga ya? Aku pas tidur lelap tiba-tiba kayak diguncang dibangunin paksa." Saya kirim SMS balik, "Aku lagi di dalam mobil, on the way pulang rumah, pas di Jalan Gadjah Mada, tidak terasa goncangan gempa kok, paling guncangan jalan raya aja." Saya agak bingung karena kami yang berada di dalam mobil Toyota Avanzaberpikir getaran yang terasa barusan adalah karena meliwati jalanan yang tidak mulus aja. Wah saya tambah kaget, langsung kami setel gelombang radio FM di mobil, ternyata benar ada gempa 7 SR di Indramayu. Oh, jadi pengunjung diskotek yang kita lihat tadi kabur gara-gara gempa bukan karena razia. Langsung saja kami buru-buru pulang ke rumah.Afong Riyantoro, Kulon ProgoSemalam saya sudah terbangun sebelum guncangan gempa terasa, saya sudah mendengar suara riuh dari kejauhan seperti ada yang memukul-mukul sesuatu. Kemudian saya melihat istri di sebelah saya, saya masih diam saja karena istriku belum terbangun.Setelah gempa terasa semakin besar dan tak kunjung berhenti istri saya baru bangun dan bilang "aku pusing, Mas" setelah saya senyum-senyum dia sadar kalau ada gempa, kontan dia lari, setelah itu saya mengambil anak saya yang baru umur 9 bulan yang ada di dalam box.Di luar sudah banyak orang-orang teriak sambil mukul-mukul alat-alat dapur. Setelah selang beberapa lama kami baru masuk rumah kembali dan menyalakan televisi untuk mengetahui dari mana pusat gempa.Siska FebrianaBaru aja merem sejenak, tiba-tiba per di tempat tidur bunyi seperti ada orang di sebelah saya bagun dari tempat tidur, sedangkan saya tidur sendirian di rumah. Semenjak kakak meninggal beberapa bulan yang lalu, penampakan sering terlihat, jadi pada saat gempa terjadi kira kira pukul 00.05 tempat tidur bergerak gerak, lalu saya membelalakkan mata saya melihat sekeliling, melihat apa ada menampakan terjadi, karena bisa dibilang saya bisa melihat hal hal yang halus walau tidak sejelas melihat orang. Tapi saya lihat tidak ada siapa-siapa, kepala saya mendadak pusing, lalu saya sms ayah saya, yang pada malam itu sedang ada di Bogor.Terus dia bilang mungkin mimpi terus saya disuruh untuk tidur lagi dan baca doa, tidak lama dari itu ayah saya sms lagi dan dia bilang "De bener ada gempa di Jakarta, tadi ada sms dari Jakarta bilang Jakarta gempa". Langsung saya kawatir takut ada gempa susulan, alhasil baru jam 3 pagi saya tidur kembali dan sekarang jadi ngantuk karena kurang tidur. Chrisia Mewengkang, Kebon JerukSaya tinggal di daerah Meruya Ilir, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pada saat gempa bumi terjadi tadi malam, saya sedang browsing internet. Tiba-tiba saya merasa tempat tidur di mana saya duduk, bergoyang. Semula saya pikir saya pusing karena kelelahan/mengantuk, tapi pikiran itu segera berubah dan menyadari bahwa telah terjadi gempa setelah saya berlari keluar kamar dan mendapati lampu gantung di ruang tamu berayun-ayun. Segera saya bangunkan orangtua dan saudara saya yang tertidur di sofa. Kami segera keluar rumah dan kami dapati tetangga kami yang tinggal bersebelahan dengan rumah kami pun keluar dari rumahnya. Setelah menunggu setikar 30 menit di luar rumah, karena khawatir akan adanya gempa susulan, kami pun kembali ke dalam rumah dan selama 2 jam setelah itu saya terus memantau situasi via www.detik.com dan dapat pergi tidur segera setelah saya mendapat informasi bahwa gempa tersebut tidak rawan tsunami.HennyBaru pertama kali saya merasakan gempa yang begitu dahsyat, bikin semua orang geger. Sekitar pukul 00.15 saya di kamar sangat kaget merasakan gempa tesebut kebetulan saya tinggal di apartemen. Kemudian pembantu saya dengan panik mengetuk pintu kamar dengan kencang dia teriak Bu gempa, Buuuuu gempa, saya jawab ya' dan saya meminta suami saya, pa kita keluar aja.Dia mala bilang ya sudah tidak apa-apa. Pembantu saya dengan panik bilang ayo Bu semuanya pada turun. Kemudian saya ganti baju dengan buru sampai-sampai baju tidur saya tidak saya lepas dan saya rangkap seperti orang gila. Lalu saya ambil HP dan turun dari tangga. Duh malam-malam olahraga bareng dengan penghuni apartemen.AribowoSaya tinggal di kawasan Jakarta Selatan. Saat terjadi gempa tengah malam, saya sedang nonton tv di rumah. Saat itu tiba-tiba saya merasakan pusing, sekeliling seperti bergoyang. Saya pikir, vertigo saya mulai kambuh kembali. Waduh, saya agak panik juga karena kebetulan pekerjaan kantor lagi seru-serunya. Saya coba mijat-mijat kepala, leher dan rebahan, masih pusing juga dan malah makin terasa. Tapi begitu saya perhatikan ke atas, kok lampu kipas sepertinya berayun-ayun lebih kencang dari biasanya, apa ini hanya efek vertigo aja ya? Dan nggak lama kemudian, pintu kamar berderit bergerak-gerak sedikit tiba-tiba tertutup sendiri, wah kenapa lagi nih.. jangan-jangan lagi digodain hantu.. mana udah tengah malam sepi. Saya lihat kok lampu kipas masih berayun lebih kencang. Apa jangan-jangan ini gempa ya? Saya coba cari info ke channel TV, saya lihat di running text-nya ada gempa di dekat Indramayu, sampai 7 SR. Woalah.. saya pikir vertigo kambuh sama ada hantu iseng. Untungnya gempanya nggak lama hanya sekitar 1-2 menit, nggak sampai membangunkan istri dan anak saya yang sedang tidur, dan nggak sampai menimbulkan kerusakan. Diana di Padasuka, BandungSemalam saya berangkat tidur lebih kurang pukul 23.00. Tiba-tiba tempat tidur saya bergoyang-goyang, saya terbangun dan masih tidak ngeh dengan apa yang terjadi. Ketika melihat, air minum di sisi tempat tidur saya beriak dan gedubrak sesuatu terjatuh di ruang lain, saya baru sadar dan meloncat keluar tanpa peduli kostum saya dan tanpa membawa apa pun. Ternyata pot-pot gantung di teras bergoyang-goyang, lama sekali getaran itu. Kentongan pun dipukul bertalu-talu, titir, orang Jawa bilang. Akhirnya setelah tidak adalagi getaran saya masuk, dan menyalakan tv dan laptop. Langsung ke detikcom, sudah ada beritanya. Mencoba ke website BMG, gagal terus, overload katanya. Sempat chatting dengan beberapa orang teman yang online. Karena penasaran dan benar-benar ketar-ketir, akhirnya pergilah saya ke website USGS, barulah di situ saya dapat informasi yang jelas.LadySaat gempa terjadi, saya sedang bermain game online dengan beberapa teman. Awalnya kepala saya terasa pusing. Saya acuhkan saja karena saya pikir mungkin ini efek yang timbul akibat terlalu lama berada di depan komputer (sebelumnya saya sudah berada di depan komputer selama kurang lebih 7 jam). Kemudian saya bingung, kok kursi saya juga ikut bergoyang. Ketika saya menengok ke belakang, saya lihat pintu lemari pakaian saya sudah terbuka-tutup karena guncangan. Air minum di gelas pun sudah bergoyang-goyang. Meskipun begitu saya masih cuek, dan kembali ke komputer. Ternyata teman-teman saya sudah tidak ada yang merespons ketika diajak bicara. Terlihat di layar komputer saya seorang rekan menulis 1 kata dengan huruf besar: GEMPAAA!! Kontan saya langsung keluar kamar dan membangunkan seisi rumah yang sedang tertidur lelap. Maklum, ini gempa pertama yang saya rasakan karena gempa-gempa sebelumnya yang terasa di Jakarta tidak sempat saya rasakan. Tapi tanggapan keluarga saya hanya biasa-biasa saja karena tidak percaya, malah saya dimarahi karena belum tidur walaupun sudah tengah malam. Paginya ketika bangun pagi, seisi rumah baru percaya kalau tadi malam benar terjadi gempa setelah melihat berita di TV.MarlinaSebenarnya waktu gempa, saya dan adik saya sudah terlelap. Namun teman kos saya sedang asyik-asyiknya nonton berteriak-teriak "gempa..gempa". Spontan semua penghuni kos bangun dan panik bukan kepalang. Keluar dari kamar masing-masing dengan rasa ketakutan, maklum semua penghuni kosnya perempuan. Saking paniknya bahkan hampir lupa mengunci pintu, lalu saya bilang ke adik untuk mengunci pintu.Semua temen kos saya yang sudah siap di muka tangga untuk turun, kembali lagi ke kamar masing-masing untuk mengunci pintu. Lalu baru saja saya berbalik badan untuk bergegas ke pintu tangga, saya ingat untuk ambil HP. Lalu saya bilang ke adik, jangan lupa ambil HP juga (kebetulan ia masih mengunci pintu, agak lama karena antara sadar dan tidak, namanya juga bangun kaget), sedang teman-teman kos yang lain tadi sudah siap kembali ke mulut tangga. Mendengar HP itu spontan temen-temen kos saya yang sudah mengunci pintu tadi kembali lagi membuka pintu dan berlomba mengambil HP masing-masing bahkan sampai bertabrakan.. Kami turun dengan pakaian tidur seadanya, tak beralas kaki, bahkan saya sampai bawa selimut... Agus Salim SaidSekarang saya bertempat tinggal di kos-kosan di Jl Margonda Gg Kober. Semalam saya sedang terlelap tidur selama 5 menitan tiba-tiba saya terbangun kaget karena badanku ini terasa bergetar dan terdengar suara orang yang sedang melangkah melewati depan kamar saya, tersentak saya terbangun keheranan dan bertanya-tanya siapa yah yang sedang melangkah sampai segitu bergetarnya badan saya sampai membangunkan saya yang lagi terlelap.Kucoba tengok jendela ternyata sudah nggak ada orang, akhirnya saya mencoba keluar dan sampai detik ini saya baru menyadari yang membuat saya bergetar itu ternyata gempa yang baru saja saya tahu dari kawan saya Bur di warnet yang memberitahu dan sekaligus membukakan saya situs detikcom kalau ternyata semalam itu 1 Pulau Jawa dilanda gempa. Kiraiin ada raksasa yang main ke kos-kosan saya semalam. Hehehehe ..Wahyu di JakartaKalau pas waktu gempa semalam saya baru aja tidur habis nonton TV dan merasaka tempat tidur aku digoyang orang karena aku kos, maaf ini agak sedikit vulgar, biasanya aku tidur hanya pakai CD. Nah pas gempa aku lari keluar rumah karena panik ya aku nggak inggat lagi aku pakai celana apa enggak.Terus aku lari keluar sambil bawa HP eh setelah di luar aku asyik gobrol sama tetangga dan belum sadar tapi nggak lama aku dikasih tahu sesama anak kos,"Celana kamu ke mana." Barulah diriku tersadar bahwa aku nggak pakai celana luar! Maka tambah paniklah aku untuk yang kedua kali.SuyotoSaya tinggal di Perumahan Sendang Asri Baru Sendangtirto Brebah Sleman, dan kebetulan juga termasuk salah satu korban gempa 27 Mei 2006 yang lalu. Malam tadi sedang lelap-lelapnya tidur, tetapi kok tiba-tiba badan terasa ada getaran dan pagar depan rumah kok bunyi (ting-ting), semula saya diam saja karena biasanya hanya sebentar, dengan maksud supaya istri saya jangan sampai tahu kalau ada gempa (karena masih trauma gempa yang lalu)Eee .. ternyata istri saya tahu, "Mas-mas ada gempa.. gempa," langsung nyaut anak yang masing pulas boboknya. Eee ternyata di luar sudah banyak yang keluar dan suara kentongan di kampung tetangga yang saling bersahutan (titir, bahas Jawa).DeviSaya tinggal di Padang, di tepi laut. Jadi selalu parno dengan gempa, takut terjadi tsunami. Tadi malam saya sudah tidur lelap, tiba- tiba saya terbangun, sebenarnya saya tidak merasa ada gempa, hanya terbangun tapi tidak tahu apa yang terjadi. Beberapa kali mengalami gempa di Padang, rupanya saya sudah cukup sensitif.Baru setengah sadar saya merasa badan saya bergoyang- goyang, walhasil saya langsung melompat dan lari keluar rumah.Rupanya para tetangga sudah berkumpul di halaman dan segera melihat kearah laut. Setelah 15 menit di luar rumah dan tidak ada gempa susulan, kami baru masuk kembali ke dalam.Hendra Irawan, YogyakartaWaktu gempa tadi malam,aku baru tidur nyenyak. Tiba-tiba kakak saya lari dan menendangku keras sekali. saya bangun bukan terasa gempa tapi terasa sakit akibat ditendang kakak saya. Setelah bangun saya langsung ikut lari dan saya menabrak pintu keluarM LuthfiGempa juga dirasakan di Kota Pekalongan yang getarannya cukup kuat sekitar pukul 00.10 WIB benar-benar membuat bulu kuduk merinding. Singkat cerita, saat itu saya masih duduk di depan komputer lagi akses internet. Tiba-tiba kursi plastik yang saya duduki bergetar. Saya pandangi lantai malah kian hebat. Pikiran saya saat itu, ada apa dengan kursi ini. Hal ini maklum sebab kursi tersebut sudah berbulan-bulan tidak pernah diduduki siapa pun dan diletakkan digudang. Jangan-jangan kursi ini sudah ada penunggunya dan bermaksud mengganggu saya. Pelan tapi pasti sambil berdoa saya menuju kamar membangunkan isteri supaya mau menemani untuk matikan komputer. Begitu komputer mati, eh Pak RT saya menabuh titir sebagai tanda ada gempa. Walah kukira ada setan eh ternyata gempa.Eva, Cawang II Saat gempa terjadi tadi malam, saya sedang bertelepon ria dengan seorang kawan dan saat akan merebahkan badan di atas kasur tiba-tiba saya merasakan ada suara gemuruh dari dalam tanah. Beberapa detik kemudian, saya merasa pusing. Bahkan, saya mengira ada sesuatu yang tak beres dengan tubuh saya yang kebetulan sedang kurang fit. Lalu saya diam sejenak, tiba-tiba seluruh isi kamar saya bergerak. Parahnya lagi, kipas angin yang ada di kamar saya bergerak sangat kencang, badan saya pun seolah berputar (ya... sepeti berada di atas kapal laut gitu). Setelah saya memastikan, suara gemuruh itu adalah gempa, saya langsung mematikan telepondan bergegas keluar kamar. Lucunya, saat saya akan membangunkan ibu yang berada di kamar sebelah, saya dikejutkan dengan bayangan hitam tinggi. Karena semua ruangan sudah gelap, saya kira itu hantu (karena malam sebelumnya saya baru saja menyaksikan tayangan perdana film hantu). Saya langsung berteriak dan teriakan saya membangunkan adik saya yang nomer 2. Ternyata, bayangan hitam itu adalah kakak saya yang berada di kamar bawah yang juga ingin memastikan bahwa goyangan tadi adalah gempa. Dalam keadaan panik, saya langsung membangun kedua adik saya. Tapi adik saya yang paling kecil malah tidak mau bangun dengan alasan ngantuk. akhirnya dia dipapah ibu untuk turun ke bawah. Kami berada di lantai bawah lumayan lama, setelah berita gempa tersiar di televisi, kami langsung kembali ke kamar masing2. Anehnya lagi, tetangga saya tidak ada yang keluar rumah. mereka tetap terlelap dalam tidurnya. Begitu pagi, ternyata semua tetangga ramai membicarakan gempa tadi malam. Bahkan, teman2 di kantor yang merasakan juga bercerita heboh. (nrl/fiq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads