Pertahankan Kekuatan, PKS Harus Terbuka pada Tokoh Baru

Pertahankan Kekuatan, PKS Harus Terbuka pada Tokoh Baru

- detikNews
Kamis, 09 Agu 2007 13:30 WIB
Jakarta - Dalam Pilkada DKI Jakarta, Adang Daradjatun yang hanya diusung 1 partai, mendapatkan suara yang tidak terlalu mengecewakan dibandingkan Fauzi Bowo yang didukung 19 partai.Direktur lembaga studi Reform Institute, Yudi Latief, menuturkan, pada pemilu legislatif 2004 lalu, PKS mampu menggaet 1 juta suara. Sedangkan dalam pilkada ini, PKS mendulang 1,5 juta suara, berarti ada penambahan 500 ribu suara.Menurut Yudi, supaya 500 ribu orang itu tetap loyal pada PKS, PKS harus menambah tokoh-tokoh."Kelemahan PKS kan mesin politiknya bagus tapi tidak ada punya banyak tokoh. PKS harus membuka diri terhadap tokoh-tokoh baru dari luar PKS," beber Yudi di sela-sela diskusi ahli menyoal isu-isu penting RUU politik, di Habibie Center, Jl Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2007).Yudi juga melihat bahwa suara yang didapat Adang bukanlah karena faktor PKS, tapi lebih pada pengaruh Adang sebagai personal."Ini karena pengaruh Adang. Adang yang mantan polisi, Sunda, dsb. Bukan karena dia didukung PKS," ujar Yudi.Hal ini tidak bisa menjadi ukuran bahwa pada Pemilu 2009 PKS akan menjadi partai yang lebih besar. "Apalagi tambahan 500 ribu itu tidaklah terlalu mencengangkan. Sekali lagi itu karena faktor Adang," beber Wakil Rektor Universitas Paramadina ini.Pengamat politik dari UI Maswadi Rauf juga menyatakan, pemilu legislatif berbeda dengan pilkada."Sebab yang lebih menonjol daya tariknya (dalam pilkada) adalah perseorangan, bukan partainya. Jadi kalau dikatakan PKS menang, nggak juga. Yang menang adalah Adang. Partai hanya pendukungnya," demikian pendapat Maswadi. (nrl/sss)


Berita Terkait