Pasien RSCM Anteng Digoyang Gempa, Penunggu Berhamburan
Kamis, 09 Agu 2007 11:22 WIB
Jakarta - Getaran bumi yang mengguncang Jakarta Kamis (9/8/2007) dini hari membuat syok penghuni RSCM. Pasien anteng-anteng saja, sementara penunggu malah lari berhamburan.Ketika terjadi gempa pada pukul 00.04 WIB, Arsali sedang menunggui anaknya yang menderita tumor. Getaran sangat terasa di lantai 4 Gedung Irna, RSCM, Jl Salemba, Jakarta Pusat.Beberapa penunggu yang merasakan getaran langsung berhamburan. "Gempa, gempa," teriak mereka sambil berlari menuju tangga darurat."Yang nungguin pada kabur menyelamatkan diri ke bawah," cerita Arsali kepada detikcom. Bapak berusia 34 tahun itu tapi tidak ikut menyelamatkan diri. Dia malah berlari ke dalam kamar tempat anaknya terbaring lemah.Saat itu suster-suster juga membukakan pintu semua kamar pasien. Kendati begitu tidak ada evakuasi.Hal itu dibenarkan oleh Kepala Humas RSCM Poniwati Yacub. Menurut wanita yang biasa dipanggi Poni tersebut, gempa tidak sampai menimbulkan kondisi darurat di RSCM."Aktivitas normal tidak ada gangguan, tidak ada evakuasi, tidak ada apa-apa. Biasanya kalau ada apa-apa telepon saya," kata Poni di RSCM.Menurut Poni, RSCM sudah mempunyai standar operasi prosedur (SOP) untuk mengantisipasi bencana. Seperti gempa bumi, prosedur yang harus dilakukan pertama kali adalah pasien dan petugas RSCM harus mencari perlindungan di bawah meja atau berlari ke tempat terbuka.Sementara pada gempa semalam tidak terjadi seperti itu. "Mungkin tidak terlalu terasa karena sudah terlalu malam. Yang jaga juga sudah tidur," imbuh Poni.
(ana/sss)











































