Gara-gara Tempat Duduk, Wartawan Adu Mulut dengan Staf Kapolda
Rabu, 08 Agu 2007 22:24 WIB
Jakarta -
Sudah semestinya kalau polisi dan wartawan saling bekerjasama. Namun berbeda dengan staf Kapolda dengan wartawan Polda Metro, hanya gara-gara tempat duduk mereka adu mulut.Para wartawan Polda yang duduk di tangga gedung Kapolda disuruh masuk olehWakapolda Brigjen Pol Raziman Tarigan yang buru-buru keluar gedung menujukantor gubernur. Para wartawan rencananya hendak menanyakan pengamananpilkada DKI Jakarta hari ini Rabu, (8/8/2007)."Sudah masuk saja. Tunggu di ruang Kapolda. Sudah bisa itu (ditanyakanhasil pengamanan)," kata Wakapolda sambil memerintahkan seorang provostuntuk membawa para wartawan menuju ruang Kapolda.Namun pada saat di ruang tunggu Kapolda, salah seorang staf Kapolda daripolwan menyuruh para wartawan menunggu di luar karena tempat duduk di ruang tunggu Kapolda tidak cukup untuk para wartawan dan ruang tunggu tersebut khusus hanya untuk perwira menengah (pamen) Polda Metro."Sebagian menunggu dulu di luar pak karena nggak muat. Ini untuk para pamen. Ini ruang tunggu untuk tamu Kapolda. Kapolda masih ada tamu," ujarnya kepada ketua Forum Wartawan Polda Edi Hasibuan.Setelah itu beberapa wartawan pindah ke ruang tunggu di luar. Sedangkanwartawan Indopos Indra dan Edi masih tetap duduk di ruang tunggu pamentersebut."Kita kan tamu Kapolda juga. Kita sudah tinggal berdua disini. Kita jugakalau nggak disuruh Wakapolda nggak mungkin naik ke atas," ujar Edi.Kemudian, polwan yang menjadi staf Kapolda itu tetap menyuruh Edi dan Indra untuk keluar dari ruang tunggu itu karena tidak ada janji dan perintah dari Kapolda kalau wartawan akan wawancara dengan Kapolda."Tapi belum konfirmasi pak. Sebaiknya menunggu di luar," katanya dengan nada ketus.Karena ketiganya saling ngotot dengan masing-masing pendapatnya, salahseorang protokol Kapolda bernama AKP Doni juga ikut adu mulut membela teman polwannya.Keributan dua lawan dua ini pun tak terhindari. Para wartawan lainnya adayang ikut adu mulut juga, ada yang hanya diam melihat. Tidak berapa lama salah seorang polwan datang untuk mendinginkan suasana."Maaf pak kalau begitu ditunggu dulu. Sudah diberitahukan dengan Kapolda,"ujarnya dengan nada pelan."Gitu dong, ngomong baik-baik kan enak. Nggak jadi seperti ini," sambutIndra.Tidak lama kemudian Kapolda pun datang dan akhirnya berbincang-bincangdengan para wartawan.
(ziz/bal)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
