M Yunus: Koruptor Biasanya Punya Posisi Penting

M Yunus: Koruptor Biasanya Punya Posisi Penting

- detikNews
Rabu, 08 Agu 2007 21:37 WIB
Bandung - Tindakan korupsi di negara manapun hanya dilakukan oleh segelintir orang yang biasanya mempunyai posisi penting. Untuk itu, jangan sampai perbuatansegelintir orang tersebut membuat sebuah negara hancur dan dicap sebagainegara terkorup.Demikian diungkapkan peraih Nobel Perdamaian 2006 asal Bangladesh Muhammad Yunus adalam wawancara dengan wartawan usai kuliah umum dalam rangak peringatan HUT Universitas Padjajaran ke-50 di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Bandung, Rabu (8/8/2008)."Di Bangladesh, orang-orang yang melakukan korupsi adalah orang-orang yangmempunyai posisi penting. Jumlahnya hanya 1 persen, sementara 99% lainnya tidak melakukannya. Perilaku korupsi ada di setiap negara, tidak hanya di disini atau di Bangladesh," papar Yunus.Lebih lanjut, Yunus menyebutkan, meski tidak berdampak langsung, pengurangan angka kemiskinan bisa menekan perilaku korupsi di sebuah negara. Salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan adalah dengan pemberdayaan masyarakat miskin yang jumlahnya mayoritas di setiap negara."Apa yang dilakukan Grameen Bank adalah memberi kepercayaan kepada masyarakat miskin dengan memberikan pinjaman tanpa agunan agar dia bisamerencanakan hidupnya. Dalam jangka waktu yang cukup panjang, niscaya halitu akan mengurangi jumlah masyarakat miskin di sebuah negara," tuturnya.Ketika ditanya apakah hal itu memerlukan kepemimpinan? M Yunus menyatakankepemimpinan dalam sebuah perubahan merupakan poin penting karena sang pempimpinlah yang akan mengawal kita semua sampai ke tujuan perubahan.Namun, lanjutnya, kita semua tidak bisa hanya mengandalkan kepada orang lain mengajak kita untuk berubah, sementara kita hanya diam. "Kepemimpinan harus berawal dari diri kita sendiri agar mau berubah. Kalau mengandalkan orang lain sementara kita hanya tidur, hal itu akan menjadi percuma," tandasnya. (ern/bal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads