Adang Kalah Suara, Tapi Lebih Populer dari Fauzi
Rabu, 08 Agu 2007 16:54 WIB
Jakarta - Meski dilibas pasangan Fauzi Bowo-Prijanto dalam perolehan suara sementara Pilkada DKI, dari sisi popularitas, Adang Daradjatun yang dijagokan PKS, ternyata lebih unggul di mata pemilih. Hal ini terlihat dari perolehan suaranya.Jika lembaga-lembaga survei sebelumnya memprediksi Adang hanya memperoleh suara paling banyak 23 persen, kenyataannya Adang dan Dani Anwar, mampu menghimpun suara lebih banyak.Data quick count Lembaga Survei Indonesia (LSI) pimpinan Saiful Mujani menunjukkan Fauzi-Prijanto mendapat 56 persen suara. Sedangkan Adang-Dani memperoleh 44 persen. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA juga tidak jauh berbeda. Sementara Pusat Kajian Ilmu Politik (Puskapol) UI menghimpun angka 57,7 persen untuk Fauzi-Prijanto dan 41,3 persen untuk Adang-Dani. "Ini keberhasilan tim sukses Adang. Belakangan ini Adang lebih populer karena tim suksesnya mampu membuat Adang lebih enak dilihat, di TV tidak tegang. Padahal Adang hanya didukung satu partai, bandingkan dengan Fauzi yang didukung 20 partai," kata pakar komunikasi politik UI, Effendy Ghazali, kepada detikcom, Rabu (8/8/2007).Angka itu, imbuh Ghazali, akan berubah jika dilihat dari tingkat partisipasi warga yang memilih. Data Puskapol menghimpun warga yang berpartisipasi dalam pilkada sebesar 63,6 persen. Ini berarti sebanyak 36,4 persen warga memilih golput.Dilihat dari tingkat partisipasi ini, kata dia, berarti Foke hanya dipilih 37 persen pemilih dan Adang dipilih 28 persen pemilih. "Kelihatan popularitas Foke turun. Karena dia hanya dapat 37 persen padahal didukung 20 parpol, jauh dari perkiraan semula. Sedangkan Adang dapat 28 persen dari satu partai saja," katanya.Kemenangan Fauzi dalam pilkada, katanya, terselamatkan oleh dua hal, yakni jumlah peserta yang hanya dua pasang saja, dan tingkat partisipasi warga yang lumayan tinggi."Jadi kemenangan Foke sudah dicapai ketika jumlah peserta hanya dua. Kalau masuk calon ketiga bisa kacau. Dan kalau tingkat partisipasinya 55 persen, juga bakal kacau. Petanya akan berubah, bisa-bisa Adang lebih unggul," kata dia.
(umi/nrl)











































