Warga Kawasan Elit Cenderung Ogah-ogahan Nyoblos
Rabu, 08 Agu 2007 14:59 WIB
Jakarta - Warga kawasan elit tampaknya ogah-ogahan mencoblos di Pilkada DKI 2007. Tingkat partisipasi warga kawasan elit dinilai kurang dari 50 persen dibandingkan warga lainnya."Tingkat partisipasi kurang dari 50 persen wajar di tempat-tempat mewah, seperti di Pondok Indah," kata Ketua Pokja Pemungutan dan Penghitungan Suara KPU DKI Jakarta, Muflizar.Dia menyampaikan hal itu saat meninjau pencoblosan di TPS 65 dan TPS 66 Perumahan Pondok Indah, Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2007).Menurut Muflizar, warga di kawasan elit lebih memilih menghabiskan waktu luangnya yang terbatas untuk berlibur bersama keluarga."Di waktu senggang seperti ini, biasanya mereka lebih baik keluar bersama keluarga untuk berjalan-jalan," ujarnya.Pantauan detikcom di TPS 65 Jl Alam Asri V Perumahan Pondok Indah, terdapat 471 nama dalam daftar pemilih tetap (DPT).Dari jumlah 471, 217 menggunakan haknya. Sedangkan nama pemilih dobel, meninggal atau pindah domisili, mencapai 30 persen.Sementara 565 nama termuat pada DPT di TPS 66, Jl Alam Asri V Perumahan Pondok Indah. Sebanyak 259 orang hadir, yang tidak hadir 306. Dari jumlah yang tak hadir ini, terdapat 22 nama pemilih dobel, 2 orang meninggal, 41 orang pindah domisili dan 3 nama orang asing.Menurut Sekretaris RW 15 Perumahan Pondok Indah, Djajadi, dirinya sudah mengedarkan surat undangan kepada setiap warga untuk datang ke TPS pada 8 Agustus 2007. "Ya tahu sendirilah Pak, kalau di sini libur satu hari saja pada pergi," ungkap Djajadi.
(fiq/nrl)











































