Jelang Penutupan Coblosan, yang Tak Terdaftar Masih Datang
Rabu, 08 Agu 2007 13:45 WIB
Jakarta - Raut wajah kecewa tergambar jelas di wajah pasangan suami istri Siswanto dan Popi. Niatnya mau ikut Pilkada DKI Jakarta, tapi gara-gara namanya tidak ada dalam daftar pemilih tetap (DPT), mereka pun hanya bisa gigit jari."Kami mau ikut milih, Pak," kata Popi kepada petugas PPS di TPS 17 Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2007), 15 menit sebelum pencoblosan ditutup. Mereka berdua tak lupa menunjukkan KTP dan kartu keluarga."Maaf ya Bu, tapi kita nggak bisa ngasih, karena nama Bapak dan Ibu tidak tertera di sini," ujar anggota PPS M Ropi.Ropi menjelaskan, kartu keluarga mereka sudah tidak berlaku, karena sudah 8 tahun tidak diperbarui. Selain itu, pasangan suami istri itu juga masih menggunakan nomor RT lama di KTP-nya."Oh RT sudah ganti ya, tapi saya tidak tahu," imbuh Popi masih berharap dibolehkan memberikan suara.Dalam KTP, Siswanto dan Popi adalah warga Jalan Cipete Raya No 30 A, RT 004 RW 04, Cilandak, Jakarta Selatan. Padahal kini, seharusnya mereka menjadi warga RT 01 RW 04."Saya sudah tinggal di sini lebih dari 40 tahun. Sayang yah. Tapi nggak apa-apalah," kata Siswanto kecewa.Pasangan suami istri yang kediamannya hanya berjarak tiga rumah dari tempat tinggal cagub Adang Daradjatun itu akhirnya pulang ke rumah. Tepat pukul 13.00 WIB, pemungutan suara ditutup.
(nvt/sss)











































