Bakar Tikus, Demonstran Desak Polisi Tangkap Bupati Sleman

Bakar Tikus, Demonstran Desak Polisi Tangkap Bupati Sleman

- detikNews
Rabu, 08 Agu 2007 13:28 WIB
Yogyakarta - Puluhan orang dari Jogja Corruption Watch (JCW) menggelar aksi mendesak polisi agar segera menangkap Bupati Sleman Ibnu Subiyanto dalam kasus dugaan korupsi buku senilai Rp 12 miliar. Massa membakar 2 ekor tikus sebagai simbol dieksekusinya koruptor.Aksi tersebut digelar di simpang empat Kantor Pos Besar di Jl Senopati Yogyakarta, Rabu (8/8/2007). Dalam aksi itu, massa membawa dua ekor tikus sebagai simbol koruptor serta belasan lembar uang kertas permainan monopoli. Beberapa poster yang dibawa, antara lain bertuliskan 'Kapolda DIY + Bupati Sleman Selingkuh, Selamatkan Uang Rakyat, KPK ambil alih kasus korupsi Sleman.'Koordinator aksi Naya Amin Zaini dalam orasinya mengatakan polisi hendaknya tidak sungkan-sungkan untuk menetapkan Bupati Sleman Ibnu Subiyanto sebagai tersangka kasus korupsi buku pengajaran SD, SLTP dan SLTA senilai Rp 12 miliar. KPK sudah menjadikan Ibnu sebagai tersangka, tapi kenyataannya Polda DIY masih menetapkan sebagai saksi saja. Menurut dia, Polda DIY beralasan polisi belum mengirimkan surat permohonan izin pemeriksaan bupati kepada Presiden RI hanyalah upaya untuk mengulur-ulur kasus tersebut. "Ini ada apa. Kami perlu bertanya mengapa Polda DIY tidak berani menetapkan sebagai tersangka dan hanya saksi saja," kata Zaini.Zaini menegaskan kasus korupsi buku di Sleman senilai Rp 12 miliar bukanlah perkara kecil, meski saat ini dua tersangka yakni Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Moh Bachrum dan pimpinan proyek buku Masuko sudah divonis hukuman 5 tahun. Namun aktor intelektual kasus ini belum terungkap. "Tidak mungkin uang miliaran itu hanya dimakan orang sekelas kepala dinas saja. Pasti ada yang lain. Lagipula uang sebanyak 12 miliar apabila dibelikan kerupuk bisa menumpuk di seluruh kota Yogya," katanya.Usai berorasi, massa kemudian membakar dua ekor tikus got sebesar genggaman orang dewasa yang masih hidup. Sebelum dibakar, dua ekor tikus yang dibawa dengan kurungan burung itu dijerat dengan seutas tali plastik. Tikus itu sempat meronta sebelum dibanting oleh salah seorang peserta hingga berdarah dan mati sekarat. Setelah mati, tikus tersebut kemudian digantung dengan ditulisi koruptor. Tikus dibakar dengan kertas poster dan uang kertas monopoli. (bgs/asy)


Berita Terkait