KPUD Minta Running Text Sesatkan Coblosan di TV Dicabut

KPUD Minta Running Text Sesatkan Coblosan di TV Dicabut

- detikNews
Rabu, 08 Agu 2007 12:06 WIB
Jakarta - Sehari sebelum pencoblosan, running text untuk pencoblosan berseliweran di televisi. KPUD DKI Jakarta meminta running text yang menyesatkan pemilih dicabut.Running text itu antara lain bertuliskan "Kartu pemilih bisa diganti kartu Pilpres 2004", dan "Bagi warga yang belum memperoleh kartu pemilih silakan berbondong-bondong ke kelurahan untuk meminta kartu pemilih."Running text itu muncul sejak Selasa 7 Agustus 2007 pukul 17.00 WIB."Saya sudah minta kepada stasiun TV supaya mencabut running text ini karena menyesatkan. Bagaimana mungkin kartu Pilpres bisa digunakan. Tidak ada aturannya," kata Ketua Pokja Pemungutan Suara KPUD DKI Jakarta Muflizar di kantornya, Jalan Budi Kemuliaan, Jakarta, Rabu (8/8/2007)."Saya minta (informasi siapa) yang membuat running text ini tetapi sayang tidak diberitahu pihak stasiun TV," kata Muflizar yang khawatir running text akan mempengaruhi pencoblosan."Tetapi tadi pagi saya pantau, alhamdulillah tidak ada lagi (running text-nya)," ujar Muflizar. Teks berjalan itu juga tidak banyak mengganggu jalannya pencoblosan di TPS. Tidak ada warga yang berbondong-bondong meminta kartu pemilih ke kelurahan atau pun meminta mencoblos dengan berbekal kartu Pilpres 2004."TPS Mampang, TPS Setiabudi, TPS Kramat Jati dan TPS Cawang masih normal. Tetapi tidak tahu di TPS lain," cetusnya.Berdasarkan aturan, jika warga terdaftar di DPT tetapi belum atau tidak mendapat kartu pemilih, warga bisa menggunakan KTP untuk mencoblos di TPS. Nama dan alamat di KTP disesuaikan dengan nama dan alamat di DPT. Namun jika di DPT tidak terdaftar, otomatis tidak bisa mencoblos. (aan/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads