Pilkada DKI
SBY Golmut, Bukan Golput
Rabu, 08 Agu 2007 06:32 WIB
Jakarta - Presiden Susilo B Yudhoyono (SBY) dipastikan tidak akan memberikan suaranya baik pada pasangan Adang-Dani atau Fauzi-Prijanto. Apakah presiden golput dalam pilkada DKI Jakarta ? Ah.. jangan berpikir sejauh itu. Presiden SBY memang tidak mempunyai hak pilih dalam pilkada DKI Jakarta. Meski sehari-hari bekerja di Jakarta, tapi kan tempat tinggalnya di Cikeas, Bogor. Ya, Presiden SBY pun termasuk golmut alias golongan komuter, tapi bukan golput. Golput sendiri merupakan salah satu isu hot dalam pilkada DKI Jakarta. Bukan karena sikap politik mereka untuk tidak mencoblos, tapi keengganan warga Ibu Kota menuju TPS masing-masing akan sangat menentukan kualitas penyelenggaraan pilkada. Maklum saja, budaya cuek dan tidak mau tahu penduduk metropolitan sudah dalam taraf memprihatinkan. Kebetulan juga hari-H pilkada jatuh pada hari kerja dan ikut antre di TPS berpotensi mengurangi pendapatan. Uniknya, keberadaan golongan masyarakat yang memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya diam-diam dijadikan 'senjata andalan' oleh kelompok pendukung salah satu pasangan kandidat. Mereka 'mengkampanyekan' ide golput dalam beberapa kali unjuk rasa dan spanduk-spanduk di jalanan. Tim sukses satunya lagi, sadar tingginya jumlah golput sangat merugikan pasangan yang mereka usung. Ratusan spanduk dan poster antigolput digelar di berbagai sudut kota, bahkan sampai yang isinya secara terang-terangan mendiskreditkan kelompok pasangan lawan. Melihat kejadian di atas maka "berbanggalah" wahai para golput. Bisa jadi justru Andalah pagi ini yang menentukan siapa gubernur terpilih yang akan memimpin DKI Jakarta lima tahun ke depan.
(lh/ndr)











































