Polisi Sangkal Intel Susupi Rusuh Demo Minyak Tanah di Plumpang

Polisi Sangkal Intel Susupi Rusuh Demo Minyak Tanah di Plumpang

- detikNews
Selasa, 07 Agu 2007 17:04 WIB
Jakarta - Pengguna minyak tanah yang menggelar aksi di depan Depo Pertamina Plumpang pada Senin kemarin menuduh aksi mereka disusupi intel dari kalangan aparat sehingga berakhir rusuh. Namun polisi menyangkal.Berikut tanya jawab detikcom dengan Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Utara, Kompol Roma Hutajulu di Mapolres , Jl Yos Sudarso, Selasa (7/8/2007):Pengamanan kemarin terkesan terlalu berlebihan?Pengamanan kemarin sudah sesuai prosedur. Kami (polisi) dilempari batu, kami diam. Dilempari kayu, kami diam. Dilempari botol kami diam. Bahkan dua angota kami (Bripda Solihin dan Bripda Mardaka) mulutnya robek kena lemparan batu. Kakinya kena pentungan kayu entah punya siapa. Apakah terlalu keras/brutal proses pembubaran paksa itu?Ah nggak juga. Masih wajar saja. Justru mereka yang anarkis. Melempari aparat. Memblokade jalan hingga memacetkan jalan. Mau menyendera truk tangki minyak. Bahkan agendanya menyerang aparat. Aksi itu dinilai disusupi intel?Kalau intel emang benar ada, standar pengamanan. Tapi kalau anggota kami bikin rusuh, itu tidak benar. Kami tangkap dua orang yang bikin rusuh itu. Ada saksi, ada bukti. Nggak benar itu (intel bikin rusuh). Bagaimana nasib tersangka dan saksi?Yang tidak terlibat ya kami kembalikan. Kalau yang kami jadikan tersangka (5 orang) kami kenai pasal 170 (pengrusakan) dan 160 KUHP (penghasutan). Untuk 170, ancaman 5 tahun penjara dan 6 tahun penjara untuk pasal 160. (Ari/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait