285 Napi di Semarang Jalani Terapi Mental Lewat ESQ
Selasa, 07 Agu 2007 14:38 WIB
Semarang - Dunia di dalam LP penuh dengan tekanan. Agar tidak terjebak ke perilaku buruk, mereka harus menjalani terapi mental. Demikianlah yang tengah dijalani 285 napi di Semarang.Pagi itu, Selasa (7/8/2007), ruangan aula LP Klas I Kedungpane Semarang penuh sesak. Dalam ruangan, kain-kain hitam menutup dinding. Kain itu juga terlihat menutup pintu masuk."Agar cahaya tak masuk dan suasana khusyuknya terasa," kata seorang petugas. Suasana di dalam ruangan memang sangat gelap. Nyaris tanpa cahaya, kecuali lampu yang sesekali dihidupkan.Demikian situasi training ESQ bagi napi yang dilakukan atas kerjasama pihak LP bekerja sama dengan Alumnus ESQ (Emotional Spiritual Quotient) Jateng dan Qolbun Salim. Melalui acara itu, diharapkan, keyakinan para napi tergugah dan punya mentalitas stabil.Sebelum acara inti dimulai, sejumlah pejabat seperti Kepala LP Kedungpane, Kepala Divisi Pemasyarakatan Depkum HAM Jateng, dan Wakil Walikota. Semuanya menyampaikan harapan-harapan indah atas digelarnya acara itu.Ketika acara dimulai, fasilitator memaparkan proses pencarian Tuhan yang dilakukan Nabi Musa, Ibrahim, dan Muhammad dengan disertai visualisasi berupa pembentukan jagat raya yang cukup memukau. Kadang suara menggelegar terdengar riuh, kadang terdengar alunan musik Kitaro yang lembut.Suasana agak menghanyutkan terjadi saat fasilitator meminta peserta ESQ berdoa. "Doakanlah, istri, anak, orang tua, dan saudara-saudara kalian. Pintalah Tuhan memaafkan, karena kalian tak bisa menemani mereka," kata si fasilitator.Beberapa napi terdengar mengisak. Dengan menundukkan wajah, berulang kali mereka menyeka mata. Dan ketika doa selesai, beberapa diantaranya langsung ke kamar mandi mencuci muka, karena takut kelihatan habis menangis. Sesi selanjutnya pun dilakukan."Jangan sekarang wawancaranya. Besok saja ya. Hari ini, mereka kan harus mengikuti seluruh sesi. Terlebih lagi, dampak ESQ belum terlihat hari ini," kata fasilitator ESQ Rully Baskara kepada wartawan yang meminta waktu wawancara terhadap salah satu napi.Sementara Kepala Divisi Pemasyarakatan Depkum HAM Jateng, Bambang Winahyo, dan Kalapas LP Kedungpane, Sumanto, mengatakan, acara itu memang sengaja digelar setelah muncul insiden tawuran di LP Cipinang beberapa waktu lalu. "Ya agar, mental mereka (napi) tertata lah," kata mereka.Training ESQ khusus napi tersebut merupakan kali pertama di Jateng. Selanjutnya, gelaran serupa kemungkinan akan diadakan di LP lain. Training ESQ di LP Kedungpane digelar hingga Rabu (8/8/2007) besok.
(try/nrl)











































