Mengaku Anggota TNI, Pencopet Babak Belur Dihajar Massa
Senin, 06 Agu 2007 21:05 WIB
Jakarta - Adi Asyad (60) telah berteriak mengaku sebagai anggota TNI saat dua puluhan warga akan mengeroyoknya. Namun teriakan itu tak digubris massa, mereka tetap beringas dan terus memukul tubuh Adi.Warga memukuli tubuh Adi karena pria paruh baya itu kedapatan mencopet ponsel milik Alen di Bus Koantas Bima 510 jurusan Kampung Rambutan-Ciputat sekitar pukul 11.30 WIB.Alen yang ponselnya dicopet di depan Point Square pun melaporkannya ke Polsek Ciputat. Bersama warga, polisi pun bergerak cepat dan mengejar bus yang telah berhenti di pool Ciputat.Menurut keterangan seorang penumpang, Adi adalah orang yang telah mencopet ponsel Alen. Warga yang telah memanas pun mencecar Adi agar mengakui perbuatannya.Namun Adi tetap mengelak. "Saya bukan pencuri. Masak TNI mencopet," ujarnya sambil menunjukkan kaos dan topi komando yang dipakainya. Adi juga terlihat membawa sangkur.Namun saat ditanya kartu anggota, Adi tidak dapat menunjukkannya. Kontan saja warga marah dan langsung menghajar Adi hingga babak belur. Bak.buk..bak..buk.Setelah puas, warga pun menggelandang Adi ke Polsek Cilandak. Adi mengaku memperoleh perlengkapan TNI dari Pasar Senen.Kini, Adi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kanit Serse Polsek Cilandak Iptu Hartono mengatakan, Adi dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.
(asp/ken)











































