Perankan Raja Majapahit, Gus Ipul Pilih yang Hidup
Senin, 06 Agu 2007 17:28 WIB
Jakarta - Majapahit sedang mengalami perpecahan kala Cheng Ho mendarat di Bumi Indonesia sekitar tahun 1440-an lalu. Ada dua raja saat itu yang bertikai. Salah satunya bernama Raja Wikramawardana. Peran inilah yang jatuh kepada Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. "Waktu ditawari main film jadi raja Majapahit oleh Pak Yusril saya bilang mau, tapi saya pilih yang hidup (menang)," kata Gus Ipul saat mendampingi Yusril Ihza Mahendra dalam memperkenalkan film berjudul 'Laksamana Cheng Ho' di NAM Center, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2007).Gus Ipul bercerita sekitar 2 bulan yang lalu, dirinya diajak ikut melihat syuting film di Thailand oleh Yusril Ihza. "Saya bilang enak juga main film, lalu Pak Yusril menawari jadi raja Majapahit," jelas Gus Ipul.Namun, Gus Ipul memilih peran Raja Majapahit yang hidup. "Lha gak mau dong, kalau memerankan yang kalah (mati)," ujar Gus Ipul terkekeh. Kisahnya, suatu waktu Laksama Cheng Ho berlabuh di Blambangan (kini masuk Jawa Timur). Saat itu, Cheng Ho datang membawa misi perdamaian dan akan menyerahkan stempel emas dari Kaisar Tiongkok ke Raja Majapahit. Rupanya, saat itu ada dua orang yang mengaku raja Majapahit, yaitu Wirabumi dan Wikramawardhana. Kehadiran Cheng Ho ini menimbulkan salah paham oleh dua raja itu. Wirabumi dan Wikramawardhana pun bertempur. Dalam pertempuran itu, Wirabumi tewas. Wikrmawardhana yang menang ini akhirnya bertemu Cheng Ho. Saat ditanya apakah ada muatan politis dalam film itu, terutama saat memilih peran Wikramawardhana yang menang, Gus Ipul membantahnya. "Sudahlah, jangan dikait-kaitkan dengan politik. Tidak ada," ujar dia. Gus Ipul mengaku bermain film apalagi dalam kisah Ceng Ho merupakan hal yang menarik dan tantangan buat dirinya. "Ini pengalaman baru," tegas mantan Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. Dia mengaku pada dasarnya dirinya tidak memiliki dasar sebagai aktor, namun Gus Ipul yang tampil dalam 5 episode dari 26 episode ini mengaku menjalaninya secara mengalir saja. "Saya belajar dan saya tidak dibayar dalam film ini," ujar dia. Lalu hikmah apa yang dipetik saat memerankan Raja Majapahit? "Semua pertikaian harus diselesaikan dengan dialog," tandas Ketua Umum GP Ansor ini. Film Cheng Ho ini akan menelan biaya US$ 3 juta. Hingga saat ini, syuting film ini sudah selesai 30%. Rencananya, film akan dilaunching di Bangkok, Thailand 14 Agustus 2007.
(ndr/asy)











































