Didi, Juara Dunia yang Ingin Jadi Pelatih Barongsai
Senin, 06 Agu 2007 16:01 WIB
Jakarta -
Taryadi Natanggana Tesar (19) mungkin berbeda dengan anak normal lainnya. Tapi prestasinya jangan ditanya. Didi pernah menjadi juara dunia lari 100 meter.Namun, meski memiliki prestasi yang besar, Didi hanya memiliki keinginan yang tidak muluk-muluk. "Mau jadi pelatih barongsai," ujar Didi usai diwisuda di Sekolah SD SMP SLB C Bina Grahita Jl Angkasa I, Kemayoran, Jakarta, Senin (6/8/2007).Didi yang baru lulus SMP ini menderita down syndrom. Sehingga orang tuanya menyekolahkan Didi di sekolah khusus ini.Pada 2005, Didi mengikuti Special Olympic dalam cabang olahraga renang. Didi pun meraih 1 emas dan 1 perak di nomor renang gaya bebas 100 meter. Saat ditanya kenapa ingin menjadi pelatih barongsai, dengan santai Didi menjawab, "Saya suka," ujarnya dengan terbata-bata.Menurut ibunya, Ng Tjing Tjing, Didi sudah berlatih barongsai sejak 5 tahun silam. "Dia senang berada di bagian ekor," ujar Tjing Tjing.Tjing Tjing menjelaskan, setelah lulus SMP, dirinya akan menyekolahkan anaknya ke SMA yang sama. Namun, dia tidak tahu akan menyekolahkan Didi ke mana saat lulus dari SMA."Saat ini kan universitas yang menerima anak seperti ini tidak ada. Ya, makanya kita ingin mereka merasakan juga diwisuda," ujarnya.Menurutnya, pada saat Didi lahir, dirinya mengalami kesulitan untuk merawat Didi. Apalagi saat itu, Didi kesulitan untuk bicara."Mereka harus diperlakukan dengan penuh kasih sayang dan kesabaran. Beri kesempatan apa yang mereka bisa," tuturnya.Tjing Tjing pun berharap nantinya Didi dapat diterima di masyarakat dengan tidak melihat kekurangan yang diderita anaknya itu.Ingin Jadi GuruMurid berprestasi lainnya adalah Yuli. Lulusan SMP SLB Bina Grahita ini adalah peraih 2 perak dalam Special Olympic 2005 dalam cabang atletik."Mau jadi guru," ujar Yuli terbata-bata usai diwisuda.
(ary/nrl)










































