Psikotes untuk Jaring Calon Anggota KPU yang Setia dan Cerdas
Senin, 06 Agu 2007 14:55 WIB
Jakarta - 45 Nama lolos psikotes calon anggota KPU menyingkirkan sejumlah orang beken. Psikotes pun masih dituding sebagai penyebab tereliminasinya nama-nama beken itu."Psikotes itu faktor yang sangat penting. Kita tidak ingin ada orang yang kecerdasannya di bawah rata-rata itu masuk," kata Ketua Panitia Seleksi (Pansel) KPU Ridlwan Nasir dalam jumpa pers tentang seleksi anggota KPU di Hotel Millenium, Jl Fachrudin, Jakarta, Senin (6/8/2007).Anggota Pansel KPU Sarlito Wirawawan Santoso mengatakan, dalam tes, telah digunakan psikodiagnostik untuk mengukur kesetiaan. Sebab, psikotes dimaksudkan untuk menjaring orang-orang yang setia dan cerdas, selain dianggap memiliki kemampuan melaksanakan tugas-tugas KPU."Psikodiagnostik itu kalau di psikologi 3 sistem kredit semester (SKS). Soal psikotesnya tidak dipublikasikan kepada masyarakat, karena bukan untuk membuat perdebatan publik. Tapi kalau untuk perdebatan akademik silakan saja," cetus Sarlito.Ditambahkan dia, tes yang dilakukan merupakan tes baku dan standar. Validitasnya pun dipakai semua pihak."Tes tertulis ini dilakukan di awal, sesuai dengan prosedur. Seperti tidak mungkin kami mengetes tertulis dulu baru melakukan seleksi administrasi. Di mana-mana itu seleksi administrasi," imbuh Sarlito.Banyak yang meragukan 45 orang yang lolos psikotes? "Buktikan kepada kami, 45 ini akan gagal. Apa alasannya," pungkas pria yang juga psikolog itu.
(nvt/sss)











































