Rektor IPDN Tidak Pernah Mengusir Inu Kencana

Rektor IPDN Tidak Pernah Mengusir Inu Kencana

- detikNews
Senin, 06 Agu 2007 13:04 WIB
Bandung - Plt Rektor IPDN Johanis Kaloh mengaku tidak mengetahui rencana kepindahan Inu Kencana dari rumah dinasnya. Dia menyatakan lembaga sama sekali tidak pernah melakukan pengusiran atau menciptakan suasana tidak nyaman bagi keluarga Inu. Johanis menilai langkah Inu itu justru menghukum dirinya sendiri."Saya belum tahu rencana itu. Kalau dia mau pindah, silakan saja, itu adalah hak dia. Apa kita bisa tahan terus? Kan nggak bisa. Saya rasa dia tersiksa sendiri dan menghukum dirinya sendiri. Mungkin dia sudah tidak merasa nyaman di sini, ya silakan pindah itu terserah, tapi lembaga tidak pernah melakukan pengusiran terhadap dirinya," tegas Johanis saat dihubungi melalui telepon oleh wartawan, Senin (6/8/2007).Menurut Johanis, dia memang mendengar bahwa dalam beberapa bulan ini keluarga Inu sudah jarang tinggal di rumah dinas. Hal itu, kata dia, tidak menjadi masalah. "Banyak kok dosen IPDN yang kini tinggal di luar. Mungkin sekarang Pak Inu sudah beli rumah, bagi kami tidak masalah," tuturnya.Mengenai aksi orangtua praja saat pengukuhan pada Sabtu lalu (4/8/2007) yang mengecam Inu, Johanis mengaku kaget dengan aksi tersebut. "Terus terang saya kaget. Tapi jangan dianggap kalau uneg-uneg para orang tua praja itu adalah kebijakan lembaga," tandas Johanis.Lebih lanjut, kata dia, sikap Inu selama ini yang terus menerus mengumbar kebobrokan IPDN di luar membuat banyak orang yang kesal pada perilaku Inu tersebut. Mereka beranggapan jangan terus sakiti IPDN yang saat ini memang sedang sakit."Ketika lembaga sakit jangan malah makin disakiti. Harusnya dia duduk bersama di sini mencari solusi untuk kebobrokan yang dia bilang di luar. Jangan malah umbar-umbar terus, itu baru sikap dosen yang normal," tegasnya.Johanis membantah jika pihaknya selama ini tidak pernah mengajak Inu untuk duduk bersama. Malah, menurut dia, beberapa kali pihaknya terus berusaha mendekati Inu."Saya pernah melayangkan surat pada Pak Inu meminta beliau agar mau membedah bukunya (IPDN Undercover-red) di kampus. Tapi dia malah menjawab jika tempatnya di Polda, baru dia mau," tutur dia. Bahkan, lanjut dia, dalam acara wisuda Jumat lalu (3/8/2007), dirinya di hadapan ribuan undangan mengajak Inu agar kembali untuk membangun IPDN secara bersama-sama. "Saya minta Pak Inu untuk kembali. Mari kita cari solusi masalah di IPDN secara bersama-sama," kata dia. (ern/asy)


Berita Terkait