Mbah Tardjo: Orang-orang Sekarang Kurang Kerjaan

Indonesia Raya 3 Stanza

Mbah Tardjo: Orang-orang Sekarang Kurang Kerjaan

- detikNews
Senin, 06 Agu 2007 10:37 WIB
Jakarta - Lagu Indonesia Raya tiga stanza yang diklaim temuan baru oleh Roy Suryo dkk dianggap bukan barang baru. Lagu itu sudah ada sejak lama, namun Bung Karno sengaja menyempurnakannya untuk dijadikan lagu kebangsaan.Penyempurnaan tersebut dilakukan untuk mempermudah semua rakyat Indonesia menyanyikan lagu tersebut."Orang-orang sekarang itu podo kurang kerjaan. Lah itu kan sudah disempurnakan oleh tim pada zaman Bung Karno," tegas Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno kepada wartawan di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (6/8/2007).Mbah Tardjo mengakui, dia memang belum pernah mendengar keseluruhan lagu Indonesia Raya versi lama. Namun bahwa lagu tersebut terdiri dari tiga stanza bukan hal baru baginya.Karena itu, Mbah Tardjo meminta Presiden SBY sampai rakyat mewaspadai upaya membongkar hal ini ini, apalagi lagu lama itu ditemukan di sebuah server Belanda."Belanda dari dulu kan ingin merecoki Indonesia saja, ya harus waspada, apa tujuannya?" tanya dia.Dia lalu menyarankan Presiden SBY untuk tidak menerima teks lagu itu sebagaimana yang dijadwalkan pada 17 Agustus nanti. "Biarkan saja menjadi sejarah. Yang penting tetap saja sekarang," katanya.Tetap Pakai 1 StanzaLagu kebangsaan, imbuh dia, jangan diubah meski ada lagu versi panjangnya. Karena jika diubah apalagi dengan versi lama yang panjang akan merepotkan dan membuat kontroversi baru di Indonesia."Sudahlah pakai yang ada sekarang, karena itu kalau diteruskan akan memecah belah," ujar dia.Jika temuan itu dipakai, dia yakin akan menyulitkan seluruh siswa dan seluruh bangsa Indonesia. "Anak-anak dan kita semua kan dengar lagu Indonesia Raya seperti ini, kalau diubah-ubah jadi repot," cetusnya. Lagu Indonesia saat ini punya sejarah panjang dan telah diakui seluruh presiden sejak Soekarno sampai sekarang. Pilihan lagu itu sudah didasarkan pilihan terbaik untuk bangsa ini."Saya kira orang-arang zaman Soekarno sampai sekarang pintar-pintar. Kenapa pilih sekarang bukan yang lama tentu ada pertimbangannya. Jadi nggak usah diubah-ubah. Jangan-jangan ada skenario untuk memecah belah," tandas politisi gaek ini. (umi/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads