Tak Ada Motif Politik di Balik Pencopotan Suhartono
Senin, 06 Agu 2007 06:16 WIB
Jakarta - Pencopotan Suhartono sebagai ketua Panwasda DKI Jakarta dianggap sarat kepentingan politik. Maklum, pencopotannya dilakukan mendekati hari pencoblosan Pilkada DKI 8 Agustus 2007 mendatang. Namun, hal tersebut dibantah oleh DPRD maupun Pansus Panwasda."Tidak ada motif politik. Semua murni berdasarkan peraturan yang tidak sesuai," ujar Ketua Pansus Pembentukan Panwasda DPRD DKI Jakarta Ilal Ferhard kepada detikcom, Minggu (5/8/2007).Apakah Suhartono dicopot karena selalu bentrok dengan KPU DKI sehingga dianggap menghambat? "Oh tidak. Itu merupakan dinamika. Wajar saja sebagai Panwasda, selalu mengawasi kinerja KPUD. Kerja Panwas selama ini cukup bagus," kata Ilal.Mengenai pencopotan Suhartono yang terkesan mendadak dan tidak transparan tarnsparan, Ilal juga membantahnya. "Bukan tidak transparan. Ini karena bersikap cepat, karena Pilkada sudah dekat. DPRD sudah membahas ini sejak 1 bulan yang lalu," tuturnya.Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Achmad Suaidi pada detikcom mengatakan, tidak mungkin jika keputusan penarikan Suhartono sebagai Ketua Panwasda tercapai, jika ada motif politik."Kalau dianggap Suhartono selalu membela kepentingan parpol tertentu, tentu tak bisa tercapai keputusan ini. Di DPRD kan banyak perwakilan, dari Golkar ada, Partai Demokrat ada, PKS juga ada," tandasnya.
(nwk/gah)











































