Inggris Dihebohkan Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak
Senin, 06 Agu 2007 00:30 WIB
London - Inggris dilanda kepanikan setelah penemuan penyakit mulut dan kuku yang pertama kalinya sejak tahun 2001. Penyakit yang menyerang hewan ternak itu ditemukan di desa Normandy, 53 km arah barat daya kota London.Seperti yang dilansir AFP, Minggu (5/8/2007), pada tanggal 3 Agustus Kepala Peternakan Inggris Debby Reynolds mengumumkan hasil tes pada hewan ternak positif mengidap penyakit mulut dan kuku.Akibatnya 3 km di daerah desa Normandy dijadikan daerah terlarang dan 10 km menjadi wilayah pengawasan. Menteri pertanian memerintahkan 60 sapi di lokasi yang sama dengan ditemukannya penyakit mulut dan kuku untuk dibantai. Pemerintah Inggris juga melarang sementara pengiriman hewan di negaranya.Asal mula munculnya serangan penyakit tersebut mengerucut setelah Menteri Lingkungan Inggris Hilary Benn mengumumkan jenis virus yang ditemukan bukan yang biasanya ditemukan pada hewan yang terinfeksi virus penyakit mulut dan kuku. Tapi virus tersebut biasanya digunakan di laboratorium penelitian hewan Pirbright yang berada di dekat wilayah yang terkontaminasi.Laboratorium diduga telah melakukan kesalahan sehingga virus bisa tersebar ke lingkungan terbuka. Sementara itu, Kepala Institut Kesehatan Hewan di Pirbright menyangkal telah terjadi kebocoran dalam prosedur pengamanan penelitian. Tidak tinggal diam, Hillary Benn mengatakan petugas dari kesehatan dan keamanan akan segera menyelidiki dugaan tersebut.
(gah/gah)











































