Jumlah Penerima Askeskin Sama dengan Raskin
Minggu, 05 Agu 2007 20:34 WIB
CIsarua - Program untuk si miskin kerap dikhawatirkan bakal salah sasaran. Sebab yang tidak miskin pun ikut merasakannya.Untuk mengantisipasi hal itu, ditetapkan jumlah penerima askeskin dan raskin sama, yakni 76,4 juta orang."Untuk itu harus ada kriteria yang lebih jelas. Kalau tidak, yang memanfaatkan Puskesmas atau RS kelas III yang gratis bukan cuma yang miskin," ujar Menko Kesra Aburizal Bakrie dalam forum komunikasi Kementerian Koordinator Kesra di Hotel Safari Garden, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Minggu (5/8/2007).Ditambahkan dia, pemerintah cenderung menerapkan sistem tertutup untuk memberikan askeskin dan raskin. Sebab, bila sistemnya terbuka, bisa jadi data penerima akan selalu bertambah, karena datanya tidak tetap."Jadinya yang berhak jadi tidak ada anggaran karena dipakai yang tidak berhak. Kalau mekanismenya tidak tertutup saya rasa berat," tambah Aburizal.Pria yang akrab disapa Ical ini mengatakan, Wapres Jusuf Kalla menemukan kejanggalan anggaran belanja modal dan belanja barang. Untuk tahun 2008, anggarannya Rp 82 triliun dan Rp 85 triliun."Padahal untuk 2006, realisasi anggarannya Rp 45,6 triliun. Jadi itu diturunkan hingga Rp 45 triliun," imbuhnya.Terkait pemenuhan millenium development goals (MDGs), masih ada sejumlah sasaran yang belum tercapai. Hal itu antara lain soal kesehatan, tingkat kematian ibu, dan juga akses air bersih."Selain itu kesetaraan gender dan youth unemployment juga harus diperhatikan," tambah Ical.Menurut dia, APBN bisa menjadi sumber lapangan kerja. Dengan bertambahnya infrastruktur, maka APBN juga bertambah."Akan ada sumber kehidupan seperti kontraktor, supplier. Ini artinya menambah kemampuan menyediakan lapangan kerja," tandas Ical.
(nvt/gah)











































