Mungkinkah Haji Laut Dicoba 2007?
Minggu, 05 Agu 2007 00:06 WIB
Bogor - Kecelakaan udara kerap terjadi di Tanah Air. Pesawat RI pun sempat dilarang terbang ke beberapa negara.Hal itu pun menimbulkan kekhawatiran terkait pelaksanaan haji tahun 2007 ini. Haji laut pun didengungkan kembali.Apakah pada tahun ini haji laut bisa dicoba untuk dilaksanakan?"Untuk haji laut perlu dikaji berapa ongkosnya, untuk akomodasi, dan lain-lain," cetus Asisten Deputi Bidang Keagamaan Kementerian Koordinator Kesra Sjihabudin.Hal itu disampaikan dia dalam forum komunikasi Kementerian Koordinator Kesra di Hotel Safari Garden, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8/2007).Menurut Sjihabudin, secara psikologis, jamaah haji akan jenuh bila terlalu lama berada di kapal."Mereka lebih suka tinggal di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi daripada tinggal di kapal," imbuh Sjihabudin.Dari informasi yang dia dapat, Depag menilai biaya dan risiko haji laut lebih besar dari pelaksanaan haji melalui udara. Karena itu, rekruitmen jamaah juga masih dipertanyakan.Asisten Deputi Urusan Pariwisata Kementerian Koordinator Kesra Alwi Assegaf mengatakan, satu kapal bisa mengangkut sekitar 3.000 jamaah."Selama di kapal, jamaah diberi pelayanan kesehatan dan agama. Hanya saja, memang di kapal tidak ada kamar-kamar khusus," bebernya.Ditambahkan dia, haji laut harus dilihat sebagai pengembangan sektor lain."Sekarang ini Pelni kan selalu merugi, sebab sering kali hanya terisi 20 persen," lanjutnya.Dengan adanya haji laut yang nantinya akan menggunakan kapal Pelni, maka otomatis bisa meningkatkan pemasukan Pelni.Untuk biaya perjalanan, haji laut memerlukan dana US$ 900. Sedangkan bila melalui udara membutuhkan dana US$ 1.700.Dengan berbagai pertimbangan, sepertinya untuk musim haji 2007, haji laut tidak bisa dicoba.
(nvt/mly)











































