Laporan dari Rotterdam
Rotterdam Bantah Ada Penjajagan Sister City dengan Surabaya
Sabtu, 04 Agu 2007 12:07 WIB
Rotterdam -
Setelah fakta-fakta kunker tentang hari jadi terbukti bodong, Komisi A berubah dalih bahwa kunker juga untuk menjajagi sister city Surabaya-Rotterdam. Benarkah?"Banyak hal yang kita lakukan disana. Kita tidak hanya mencari hari jadi, kita juga sedang menjajaki kerjasama sister city antara Rotterdam dan Surabaya," (Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim Kusnadi dalam pertemuan dengan enam elemen masyarakat di DPRD Jatim di Jl Indrapura, detikcom, 25/6/2007).Hasil investigasi detikcom menunjukkan fakta lain. Rombongan Komisi A DPRD Jatim itu ternyata tidak pernah bertemu dengan pihak Gemeente (Pemkot) Rotterdam maupun dengan Gemeenteraad (DPRD) Rotterdam, untuk penjajagan kerjasama dimaksud.Juga tidak ada kunjungan ke manajemen Pelabuhan Rotterdam seperti rumor yang beredar. "Kami tidak pernah menerima kunjungan delegasi Komisi A DPRD Jawa Timur. Tidak ada," papar Manager Wilayah Asia Tenggara dan Rusia Kees Weststrate melalui kontak telepon, Rabu (1/8/2007), menyusul email yang dikirimkan detikcom sehari sebelumnya.Untuk bukti kuat, detikcom meminta Weststrate agar membuat jawaban tertulis. Weststrate menjanjikan bahwa pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemkot Rotterdam mengenai pertanyaan seputar kunjungan Komisi A tersebut. Berikut ini salinan jawaban tertulis bersama selengkapnya:Antara periode 9 s/d 14 Juli tidak pernah ada kunjungan kerja delegasi DPRD Jawa Timur ke perusahaan Pelabuhan Rotterdam. Jadi buat kami juga tidak jelas dari mana sumber isu tentang kesepakatan Pelabuhan Kembar itu berasal. Juga tentang rencana pengembangan lebih lanjut untuk pelabuhan Surabaya (Tanjung Perak) tidak pernah dibicarakan dengan kami baru-baru ini.Semua kunjungan delegasi pemerintah Indonesia ke kami selalu diberitahukan atau diminta melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag. Kami selama ini memelihara hubungan yang sangat memuaskan dengan KBRI.Untuk tertib (informasi) kami juga menanyakan kepada bagian pers, bagian hubungan eksternal dan Balaikota Rotterdam apakah delegasi tersebut diketahui mereka, namun ternyata tidak ada konfirmasi positif (tidak tahu-menahu).Kami sebagai perusahaan pelabuhan dan Pemkot Rotterdam telah bertahun-tahun memiliki kerjasama "Kota Kembar" (sister city) dengan Jakarta.Jika counter part di Belanda menyatakan tidak pernah ada dan tidak tahu-menahu perihal penjajagan sister city itu, lalu dengan siapakah penjajagan itu dilakukan? KBRI Den Haag sejak awal juga sudah menyatakan tidak terlibat dan tidak tahu-menahu.Polisi, Kejati Jatim, KPK, dan elemen masyarakat Jawa Timur wajib turun tangan mengusut kunker berindikasi bodong dan menyalahgunakan uang negara ini. PPI Belanda sudah menyatakan siap membantu Kejati jika diperlukan. Email bantahan dari Manajemen Pelabuhan Rotterdam dan Pemkot RotterdamGeachte heer Santosa,Er heeft in de periode van 9 t/m 14 juli geen werkbezoek van een delegatie van de Provincieraad van Oost Java aan het Havenbedrijf Rotterdam plaatsgevonden. Het is ons dus ook onduidelijk waar de geruchten vandaan komen over een "zuster haven" overeenkomst. Ook over verdere ontwikkelingsplannen voor de haven van Soerabaja (Tanjung Perak) is recentelijk niet met ons gesproken. Alle bezoeken van Indonesische overheids delegaties worden bij ons aangemeld of aangevraagd via de Ambassade van de Republiek Indonesia in Den Haag. Wij onderhouden een uitermate prettige relatie met de ambassade. Voor de goede orde heb ik intern bij onze pers afdeling, externe relatie afdeling en het stadhuis van Rotterdam geinformeerd of deze delegatie bekend was maar hierop geen positieve bevestiging.Wij als havenbedrijf en de stad Rotterdam hebben al jaren een goede "zuster stad" relatie met Jakarta.Met vriendelijke groet,Kees Weststrate
(es/es)










































