Cegah Pageblug, Warga Kanigoro Gelar Doa Bersama
Jumat, 03 Agu 2007 17:19 WIB
Yogyakarta - Untuk meredam wabah penyakit (pageblug) misterius yang sudah menewaskan 10 orang, warga Dusun Beran, Desa Kanigoro, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, menggelar doa bersama dan nyadran (ziarah kubur). Mereka berdoa agar diberi keselamatan dan dijauhkan dari wabah penyakit misterius itu.Acara nyadran, dilakukan di rumah Kepala Dusun Yanto, di Dusun Beran, Desa Kanigoro, Jumat (3/8/2007). Ratusan orang memenuhi rumah Yanto yang terletak di pinggir jalan dusun setempat. Warga dusun tetangga, seperti Dusun Pete, Kedokan dan Karang juga hadir dalam acara itu. Semua keluarga yang tertimpa musibah, baik yang meninggal maupun sakit, juga berdatangan. Mereka ingin musibah segara hilang dari desa sehingga bisa kembali beraktifitas seperti biasa. Warga terus datang bergantian, sejak pagi hingga siang hari. Mereka membawa nasi tumpeng lengkap dengan ingkung ayam dan aneka jajanan pasar. Nasi tumpeng itu dikumpulkan di rumah kepala dusun.Prosesi nyadran dipimpin oleh imam mushala Al Ikhlas, Suhadi. Setelah doa selesai, beberapa orang ada yang menuju ke makam dusun, tempat 10 warga Desa Kanigoro korban wabah misterius dimakamkan. Di tempat itu mereka juga berdoa dan melakukan tabur bunga. Warga juga berziarah ke makam sesepuh dusun yakni Ki dan Nyai Bero.Kepala Desa Kanigoro, Gadang Rintoko, mengatakan prosesi nyadran tahun ini yang jatuh pada hari Jumat Pahing bulan Rajab terasa istimewa. Sebab ada 10 warga yang meninggal dan 21 warga yang dirawat akibat penyakit misterius. Sehari sebelumnya pada hari Kamis kemarin, di Masjid Darusalaman warga juga sudah menggelar pengajian dan doa bersama."Acara tahun ini penuh keprihatinan, karena ada musibah itu. Kami ingin berdoa bersama agar diberikan keselamatan dan dijauhkan dari penyakit itu," katanya.
(bgs/djo)











































